Pemotongan Paruh pada Ayam (Debeaking)

Para peternak besar telah menyadari perlunya melakukan pemotongan paruh (debeaking) sehubungan dengan ayam sering terjadi sifat patuk mematuk (kanibalisme) yang dapat merugikan. Usaha-usaha seleksi maupun pemuliaan hanya mampu memperkecil terhadap keungkinan-kemungkinan timbulnya sifat ini.

Tedapat beberapa bentuk dari sifat kanibalisme yaitu terjadinya pematukan pada bagian-bagian badan seperti jari-jari kaki, pial atau vent. Selain itu juga terjadi pematukan atau pencabutan bulu, ekor atau sayap sampai taraf memakan. Sering juga tejadi pematukan terhadap telur sehingga menjadi pecah yang kemudian juga dimakannya. Pada anak ayam kejadian yang sering terlihat adalah pematukan jari kaki dan bulu.

Penyebab Timbulnya Kanibalisme

Berdasarkan para pakar unggas bahwa penyebab yang dapat menimbulkan kanibalisme adalah luas kandang terlalu sempit, temperatur kandang yang terlalu tinggi, defisiensi zat makanan, kurang tempat makan dan tempat minum baik dari segi jumlah maupun luasnya, intensitas cahaya yang berlebih, bentuk ransom, sifat peck order, banyak menganggur, tidak seragamnya umur dalam 1 kandang, adanya gangguan external parasit, kurang sarang, dan akibat kekurangan garam.

Debeaking

Cara yang dianggap baik sampai sekarang untuk mencegah terhadap kemungkinan timbulnya kanibalisme adalah melalui pemotongan paruh atau debeaking, dan merupakan cara yang efektif. Debeaking pada ayam sudah merupakan cara yang paling sering dilakukan untuk mencegah kanibalisme, terutama sekali apabila pemeliharaan dilakukan secar terkurung dan berkelompok.

Untuk mendapatkan hasil debeaking yang baik maka dilakukan sdemikian rupa sehingga kemungkinan terjadinya stress kecil, dan tidak tumbuh kembali untuk mencapai panjang normlanya. Debeaking dilakukan terlalu keras malah dapat memperlambat dewasa kelamin, berat badan yang kurang, dan performa yang buruk pada saat periode bertelur.

Metode Debeaking

Terdapat dua metoda debeaking yaitu cold debeaking dan hot debeaking. Pada cold debeaking terutama dilakukan pada anak ayam, karena tidak ada pembakaran yang dapat mematikan jaringan dari paruh, sehingga sering terjadi pertumbuhan kembali sampai mencapai panjang yang normal. Oleh karena itu debeaking perlu diulang kembali yaitu sebelum mencapai umur dewasa kelamin.

Pada hot debeaking digunakan alat debeaking yang mepunyai pisau pemotong yang dipanaskan dengan temperature 1110 0F – 1500 0F, sehingga dapat mematikan jaringan dari paruh, oleh karena itu bila pelaksanaannya baik dan tepat maka tidak perlu pengulangan kembali.

Cara debeaking ternyata ada banyak variasi, tetapi pada dasarnya ada dua cara, yaitu:

  1. Block debeaking, yaitu pemotongan yang dilakukan memberikan hasil paruh bagian atas sama panjangnya dengan bagian bawah.
  2. Conventional debeaking, yaitu pemotongan yang dilakukan memberikan hasil paruh bagian atas lebih pendek dari pada bagian bawah.

Umur Pelaksanaan Debeaking

Debeaking pada dasarnya dilakukan pada anak ayam dan ayam yang berumur muda. Debeaking pada anak ayam biasa dilakukan pada umur 1 hari atau pada umur 6 – 9 hari dan sebaiknya jangan dilakuka pada umur 2 – 3 hari karena akibat yang ditimbulkannya dapat lebih buruk, yaitu terjadi penurunan konsumsi makanan maupun miuma secara tajam.

Debeaking pada umur muda biasanya dilakukan pada tipe petelur, yaitu umur 10 – 14 minggu dan 3 – 4 minggu sebelum periode produksi yaitu umur 18 – 20 minggu.

Pengaruh Umur Debeaking Terhadap Performa Ayam

Mengenai umur yang baik untuk melaksanakan debeaking banyak sekali para peneliti yang mengungkapkan pendapatnya, tetapi secara umum sebaiknya tidak dilakukan pada umur di atas 5 bulan. Debeaking pada ayam broiler tidak perlu dilakukan karena sifatnya yang plagmatis dan periode pemeliharaan yang relatif pendek.

Bagaimanapun baiknya kita melakukan debeaking maka tetap akan menimbulkan stress yang kemungkinan dapat mepengaruhi performan ayam. Debeaking dapat menurunkan jumlah konsumsi makanan selama periode petumbuhan dan berat badan yang lebih ringan. Debeaking yang dilakukan pada ayam muda tipe petelur umur 1 hari, 6 -9 hari, 8, 12, dan 20 minggu dapat menurunkan konsumsi ransum, menurunkan pertambahan berat badan, menghambat dewasa kelamin produksi telur per tahun relatif menurun dan berat telur relatif rendah dibandingkan dengan tidak dibeaking.

Pengaruh Metoda Debeaking Terhadap Performan Ayam.

Berbagai debeaking telah dilakukan oleh para peneliti, yaitu untuk melihat bagaimana pengaruhnya terhadap performan ayam. Debeaking pada ayam dari mulai umur sehari sampai menjelang bertelur sebaiknya dilakukan pemotongan ½ atau 1/3 baik pada bagian atas saja  (metoda conventional debeaking) ataupun bagian atas dan bawah (metoda block debeaking), hasilnya tidak menunjukkan perbedaan dalam pertambahan berat badan, konsumsi ransum, konsumsi air minum dan efisiensi penggunaan pakan bila dibandingkan dengan ayam yang tidak didebeaking.

Perlakuan debeaking dengan metoda convensional memberikan hasil konsumsi ransum, konsumsi air minum dan pertambahan berat badan yang lebih baik dibandingkan metoda block debeaking.

감사합니다 – Terima Kasih!

About these ads

2 thoughts on “Pemotongan Paruh pada Ayam (Debeaking)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s