Pakan Unggas

Bahan makanan untuk unggas disebut dengan PAKAN, sedangkan bahan makanan untuk manusia disebut PANGAN. Campuran bahan makanan atau pakan yang diberikan pada ayam disebut RANSUM.

Bahan makanan unggas atau pakan unggas selain ada sebagian yang bersaing dengan manusia terdapat pula pakan unggas yang disukai namun ketersediannya terbatas, dan sebaliknya ada pakan yang tidak disukai namun banyak tersedia. Sehubungan dengan hal tersebut, maka terdapat beberapa faktor yang menjadi persyaratan pakan unggas, yaitu :

  • Pakan unggas tidak boleh bersaing dengan manusia.
  • Ketersediaannya dalam waktu yang lama dan kontinyu.
  • Hararga murah.
  • Kualitas nutrisi pakan baik

Pakan unggas berdasarkan penggunaannya dibadakan atas pakan konvensional dan pakan inkonvensional. Pakan konvensional yaitu pakan yang sering digunakan meliputi jagung, dedak, bungkil kedelai, bungkil kelapa, tepung ikan, tepung tulang, dan kulit kerang (grit). Pakan Inkonvensional yaitu pakan unggas alternatif yag jarang digunakan, biassanya penggunaannya apabila ketersediaan pakan konvensional diantaranya sorgum, gaplek, bungkil kacang tanah, kacang kedele, kacang tanah, kulit kerang, cacing, siput dan lain sebagainya.

Pakan unggas berdasarkan sifat fisik dan kimia dibagi atas :

  • Sumber energi

Yang termasuk dalam kelas ini adalah berbagai bahan pakan yang mengandung protein kasar yang mengandung protein kasar kurang dari 20% dan serat kasar kurang dari 18% dalam bahan kering. Contoh : jagung , dedak dan lain-lain.

  • Sumber protein

Yang termasuk dalam kelas ini adalah berbagai bahan pakan yang mengandung protein kasar lebih dari atau sama dengan 20% dalam bahan kering, baik yang berasal dari nabati maupun hewani. Contoh : bungkil kelapa, bungkil kedelai dan tepung ikan.

  • Sumber mineral

Yang termasuk dalam klas ini adalah berbagai bahan pakan yang mengandung kadar mineral yang tinggi, baik sumber mineral makro maupun sumber mineral mikro. Contoh: Tepung tui/lang, kulit kerang dan lain-lain.

  • Sumber vitamin

Yang termasuk dalam sumber ini adalah berbagai bahan pakan yang tinggi kadar vitaminnya, baik yang mengandung satu macam vitamin atau lebih. Contoh : Premix, Topmix, dan lain-lain.

  • Feed additives

Yang termasuk dalam kelas ini adalah berbagai bahan berbagai bahan pakan yang ditambahkan dalam bahan pakan adalah berbagai bahan pakan yang ditambahkan kedalam pakan dalam jumlah sedikit dalam jumlah tertentu, misalnya untuk memacu pertumbuhan, dan biasannya mengandung asam amino, mineral mikro, vitamin, anti biotic, anti oksidan. Contoh : Premix topmix, dan lain-lain.

JENIS RANSUM

Berdasarkan jenis ransum dibedakan ke dalam lima jenis yaitu:

  • Grain (bijian) adalah jenis ransom yang diberikan pada unggas, terdiri dari murni biji-bijian.
  • Meal adalah jenis ransom yang terdiri dari satu macam bahan pakan (bijian atau bungkil) yang sudah digiling.
  • Mash adalah campuran bahan pakan yang berbentuk tepung.
  • Pellet adalah mash yang berbentuk seperti tabung setelah melalui proses pelleting yang berukuran 5-8mm.
  • Crumbs/crumble adalah perllet yang dibentuk menjadi butiran dengan ukuran 3mm. Crumble ini disebut juga broken pellet.

Dari lima jenis ransum yang sering digunakan diIndonesia, yaitu mash, crumble dan pellet. Masing-masing jenis ransum tersebut mempunyai spesifikasi sendiri.

Karakteristik ransum jenis mash :

  • Ransum mudah berdebu.
  • Pakan penyusunan tidak tercampur merata
  • Ransum tidak efisien
  • Ayam memilih pakan berbentuk butiran seperti jagung dalam ransumnya
  • Harga ransum relatif murah bila dibandingkan dengan bentuk crumble ataupun pellet
  • Pembuatan ransum sangat mudah

Karakterristik crumble :

  • Ransum tidak berdebu sehingga mudah dikonsumsi
  • Pakan penyusun ransum tercampur merata
  • Meningkatkan konsumsi makan
  • Ransum lebih effisien
  • Relatif tidak mengandung bakteri yang membahayakan

Karakteristik ransum jenis pellet :

  • Harga lebih mahal dibandingkan crumble dan mash
  • Tidak cocok digunakan pada kandang yang memakai tempat pakan otomatis (chain feeder), karena ransum akan menjadi partikel-partikel kecil sehingga ayam akan mengalami kesulitan dalam mengkonsumsinya
  • Meningkatkan konsumsi air minum
  • Dapat menumbuhkan sifat kanibalisme
  • Menyebabkan kotoran menjadi basah (wet droppings)

MACAM RANSUM

Berdasarkan macam ransum dibedakan atas :

  • Chick mash/starter mash, yaitu  ransum berbentuk tepung yang diberikan pada ayam petelur dari mulai menetas hingga berumur delapan minggu.
  • Grower mash, yaitu ransum berbentuk tepung yang diberikan pada ayam petelur dari umur 9-20 minggu.
  • Layer mash/complete layer, yaitu rasum berbentuk tepung yang diberikan pada ayam petelur yang sedang berproduksi
  • Broiler starter, yaitu ransum berbentuk crumble yang diberikan pada ayam broiler (ayam pedaging) dari mulai menetas sampai umur empat minggu.
  • Broiler finisher, yaitu ransum berbentuk crumble yang diberikan pada ayam broiler (ayam pedaging) dari umurlimaminggu hingga saat dipanen (umur 5 atau 6 minggu)
  • Breeder mash, yaitu ransum berbentuk mash yang diberikan untuk ayam bibit.
  • Konsentrat yaitu ransum berbentuk tepung dengan kandungan protein tinggi.

KUALITAS PAKAN

Dalam pengujian kualitas pakan unggas sebagai bahan penyusun ransum memerlukan beberapa pengujian agar menghasikan performan produksi yang optimal sesuai dengan kebutuhan masing – masing unggas. Evaluasi dapat dilakukan secara fisik, mikroskopis, kimia dan biologis.

Evaluasi bahan secara fisik dapat dilakukan secara langsung dengan menggunakan panca indra kita missal dari bau, rasa, warna, dan perabaan. Keterampilan mengevaluasi secara fisik biasanya berdasarkan pengalaman.

Evaluasi bahan secara mikroskopis dengan cara mengamati dibawah mikroskop mengenai struktur jaringan tanaman maupun jaringan hewan. Evaluasi ini memerlukan kemampuan yang lebih teliti dan berpengalaman.

Evaluasi bahan secara kimiawi dilakukan dilaboraturium biasanya dianalisis mengnai kandungan nutrient dengan analisis proksimat seperti kandungan air, protein, energi, lemak, serat kasar dan abu.

Evaluasi bahan secara biologis bahan pakan untuk ayam biasanya dilakukan secara langsung pada ayam. Yaitu bahan pakan yang akan dievaluasi dicampurkan kedalam susuna ransum dengan jumlah tertentu, kemudian diberikan pada ayam, dan selanjutnya dilihat pengaruhnya seperti pertambahanan bobot badan, konsumsi ransum dan sebagainya.

 

감사합니다 – Terima Kasih!

About these ads

One thought on “Pakan Unggas

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s