Terminologi Dalam Peternakan Sapi Perah

a.   Peternakan sapi perah adalah suatu proses biologis sapi perah yang dikendalikan oleh manusia (pengertian secara umum).

Peternakan adalah seluruh kegiatan aditif tekno-sosio-ekonomi dan interaksi berbagai faktor yang mendukung pemanfaatan dan pengembangan potensinya sebagai salah satu unsur biotik dalam ekosistem pertanian (pengertian secara operasional).

Hal tersebut mencerminkan keterkaitan fungsional beberapa aspek yang saling menunjang dalam dinamika proses suatu sistem yang komplek, antara lain:

  • Peternakan sapi perah sebagai subjek pembangunan yang harus ditingkat-kan pendapatan dan kesejahteraannya,
  • Ternak sapi perah sebagai objek yang harus ditingkatkan produksi dan produktivitasnya,
  • Lahan sebagai basis ekologi budidaya dan lingkungan, dan
  •   Teknologi sebagai alat untuk mencapai tujuan.

b.   Ternak sapi perah. 

  • Salah satu bangsa sapi yang secara genetis atau mempunyai materi genetik untuk menghasilkan produksi susu yang tinggi (banyak)
  • Dapat dibudidayakan untuk kepentingan manusia

c.   Peternak sapi perah

  • Seorang pengusaha yang selalu berada di kandang,
  • Seorang pengusaha yang dibantu oleh tenaga kerja keluarga
  • Seorang pengusaha yang paradoks
  • Pengelola dengan modal yang cukup banyak
  • Seorang pengusaha yang menyenangi sinar matahari
  • Seorang pengusaha yang tidak begitu hirau  terhadap gejala alam
  • Pengusaha yang mempunyai keyakinan tinggi untuk mengelola usahanya.

d.   Peternak sapi perah yang tangguh

  1. Peternakan sapi perah harus mampu memanfaatkan sumberdaya alam secara optimal berupa: lahan, limbah pertanian, limbah industri, dan hijauan makanan ternak
  2. Peternak sapi perah harus mampu mengatasi segala hambatan dan tantang-an yang dihadapi, berupa gejolak teknis yang selalu berkembang maupun ekonomis (penyakit, harga pakan, dan produk)
  3. Peternak sapi perah harus mampu menyesuaikan diri dalam pola dan struktur produksinya terhadap perubahan yang terjadi, baik perubahan permintaan maupun perubahan teknologi.

  e.   Tipologi usaha sapi perah

Peternak sapi perah sebagai subjek, dapat diidentifikasi posisinya dalam sub-sistem budidaya sebagai berikut:

1.    Usaha sambilan (subsistence)

Mengusahakan macam-macam komoditas, termasuk usaha ternak sapi perah. Pendapatan dari usaha ternak  ______ < 30 %

2.    Semi komersial (mixed farming)

Mengusahakan pertanian campuran dan ternak sapi perah sebagai cadangan usaha tani. Pendapatan dari usaha ternak  _____ 30-70 %

3.    Usaha pokok (single comodity)

Mengusahakan sapi perah sebagai usaha pokok dan komoditas pertanian sebagai usaha sambilan. Pendapatan dari usaha ternak  ____ 70-100 %

4.    Industri peternakan (specialized farming)

Mengusahakan sapi perah sebagai komoditas khusus, sebagai pengusaha industri peternakan sapi perah. Pendapatan dari usaha ternak  _______ 100 %

f.    Tipe usaha peternakan sapi perah di Indonesia

1.   Usaha ternak rakyat

  • Usaha keluarga yang tidak berbadan hukum.
  • Masih banyak biaya yang tidak diperhitungkan (hidden cost).
  • Memiliki max 10 ekor sapi perah laktasi (dewasa) atau kurang dari 20 ekor sapi perah campuran (SK Mentan tahun 1982).

2.   Perusahaan Peternakan Sapi Perah

  • Usaha yang berbadan hukum
  • Penerapan teknologi yang efektif dan efisien
  • Volume dan kesinambungan produksi selalu dipertahankan
  • Tujuan memperoleh keuntungan yang sebesar-besarnya
  • Memiliki 20 ekor sapi perah laktasi atau lebih
  • 10 ekor sapi perah laktasi (dewasa) atau kurang dari 20 ekor sapi perah campuran (SK Mentan tahun 1982)
g.   Kriteria peternakan sapi perah modern

Beberapa kriteria yang termasuk ke dalam peternakan sapi perah modern, adalah sebagai berikut:

1.    Memiliki unit-unit produksi yang lebih besar disertai automatisasi peralatan  (larger units and increased automation)

2.    Kapasitas produksi susu yang besar serta efisiensi produksi yang tinggi (higher production and greater efficiency per cow)

3.    Memiliki sapi produktif dan sapi laktasi dalam jumlah yang banyak (fewer dairy producers, fewer cows)

4.    Hasil susu menunjukkan peningkatan dari tiap unit tenaga kerja (milk output per worker will increase)

5.    Memiliki sistem perkandangan bebas dan mekanisasi sistem pemerahan (freestall housing and mechanized milking will increase)

6.    Keterlibatan keluarga dalam peternakan tetap dipertahankan (family farm will continue)

7.    Memiliki produk-produk peternakan yang baru (new and useful products)

8.    Menyelenggarakan pembesaran dan penggemukan pedet jantan (More dairy beef)

9.    Menyelenggarakan lebih banyak pelatihan menambah pengalaman dan ketajaman bisnis (More training experience, and business acumen)

10. Mampu meminimalkan terjadinya fluktuasi produksi tahunan (Yearly production fluctuations will be minimized)

11. Mampu mempertahankan semua produk memiliki standar kualitas yang sama (All milk will be subject to the same quality standards)

12. Mampu mengubah produk-produk jika diperlukan

(Changes will be made)

h.   Faktor-faktor yang mempengaruhi perkembangan peternakan sapi perah

Faktor sosial

Menyangkut perubahan pola konsumsi yang mencerminkan sikap masyarakat, yang berkaitan dengan kesadaran gizinya, terhadap komoditas susu untuk dijadikan kebutuhan menurut tuntutan gizi.

Faktor ekonomi

  • Kesempatan yang menentukan keseimbangan antara sadar gizi dan mampu gizi, kebutuhan dicerminkan oleh besarnya permintaan.
  • Pertimbangan ekonomi produksi akan menentukan sistem usaha yang akan dianut.

Faktor fisik

Menyangkut kesempatan teknis yang ditinjau oleh kondisi alam, seperti: iklim, tanah, dan topografi. Rumput/hijauan secara kuantitatif dan kualitatif yang dihasilkan disesuaikan dengan jenis dan bangsa sapi yang produktif untuk menghasilkan susu.

Segi teknis mencakup kondisi fisik, yaitu: iklim, tanah, dan topografi, dan kondisi biologis, yaitu: ternak dan hijauan.  Dari keadaan tersebut dapat dihitung daya tampung, mutu hijauan, dan potensi genetik sapi untuk menentukan tingkat ouput susu per hektar.

i.    Kondisi peternakan sapi perah di Indonesia saat ini.

1.   Tujuan utama pengembangan peternakan sapi perah

Meningkatkan populasi dan produksi ternak ke arah pencapaian swasembada protein hewani asal ternak sapi perah untuk memenuhi permintaan konsumsi dalam negeri, sekaligus memperbaiki gizi masyarakat, penyediaan bahan baku industri dan ekspor dengan memperhatikan pemerataan kesempatan usaha dan tambahan pendapatan.

2.   Sasaran pembangunan peternakan sapi perah

  • Untuk menciptakan peternakan sapi perah yang maju, efisien, dan tangguh.
  • Mengadakan pembinaan terhadap daerah-daerah peternakan yang sudah ada dan pengembangan daerah-daerah baru.
  • Pemantapan penggunaan teknologi peternakan yang sesuai menurut tipologi peternakan dan komoditas ternak.
  • Pembangunan dengan memberikan perhatian kepada peternakan rakyat dengan meningkatkan peranan koperasi dan keikutsertaan swasta dalam pembangunan.

3.   Masalah yang dihadapi pada peternakan sapi perah

  • Populasi dan produktivitas sapi perah menurun
  • Jumlah pemilikan ternak kecil (2-3 ekor), sehingga tidak efisien
  • Lahan sempit, peternak tidak memiliki kebun rumput
  • Kandang kurang sehat
  • Pelaksanaan IB belum optimal, akibatnya reproduksi menurun
  • Pemasaran belum lancar dan perlu dibenahi
  • Penyebaran sapi perah di daerah baru kurang didukung oleh kesiapan koperasi
  • Penyebaran di daerah baru tanpa didahului oleh usaha pembibitan hijauan, mengakibatkan timbulnya masalah baru
  • Belum adanya kebijaksanaan yang nyata mengenai impor bahan pakan untuk peternak kecil

Sumber: Master Kuliah Manajemen Ternak Perah FAPET UNPAD

감사합니다 – Terima Kasih!

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s