Peraturan Tentang Bangunan Peternakan

 

1268304460.jpg (640×480)

Kandang merupakan bagian dari sistem pemeliharaan sapi perah. Sistem perkandangan di Indonesia belum begitu banyak mendapat perhatian. Bentuk dan ukuran kandang masih beraneka ragam. Persyaratan pembuatan kandang masih belum terpenuhi.

Disisi lain, pemerintah telah mengeluarkan ketentuan tentang pembuatan kandang. Peraturan ini mengatur syarat pembuatan kandang dengan memperhatikan perasaan, ketentraman dan kemampuan masyarakat. Perbedaan konstruksi dan letak kandang disebabkan oleh peraturan setempat.

 

UNDANG-UNDANG DAN KEPUTUSAN

Usaha peternakan sapi perah telah diatur oleh Undang-undang dan surat keputusan Direktur Jenderal Peternakan. Sebagian isi dari Undang-undang dan surat keputusan tersebut dituliskan seperti berikut ini.

Undang-undang No. 6 Tahun 1967 mengatur tentang ketentuan-ketentuan pokok peternakan dan kesehatan hewan.

  • Pasal 4 menyatakan bahwa perusahaan peternakan wajib menyediakan tanah, air dan pakan ternak.
  • Pasal 12 menyatakan perlunya terdapat penertiban dan keseimbangan tanah untuk ternak.
  • Pasal 14 menyatakan perlu adanya pewilayahan ternak.

Direktur Jenderal Peternakan mengeluarkan SK Dirjenak No. 776/kpts/DJP/ Deptan/1982. Surat keputusan ini mengatur syarat-syarat teknis perusahaan peternakan sapi perah. Ketentuan yang berkaitan dengan kandang terlihat sebagai berikut:

 

Bab I. Lokasi

Pasal 1, tentang tiga ketentuan tentang lokasi perusahaan peternakan sapi perah.

(1)   Lokasi peternakan sapi perah tidak bertentangan dengan ketertiban dan kepentingan umum setempat.

(2)   Lokasi peternakan sapi perah tidak terletak di pusat kota dan pemukiman penduduk dengan jarak sekurang-kurangnya 250 m dari pemukiman penduduk.

(3)   Letak atau ketinggian lokasi terhadap wilayah sekitarnya harus memper-hatikan lingkungan atau topografi sedemikian rupa sehingga kotoran dan sisa-sisa perusahaan tidak mencemari wilayah disekitar perusahaan.


Pasal 2, tentang jarak perusahaan sapi perah, pembinaan dan pengendalian kesehatan.

Perusahaan sapi perah tidak boleh berjarak kurang dari 250 m dengan perusahaan sapi perah lain atau sekurang-kurangnya berjarak 50 m apabila merupakan satu kelompok usaha atau koperasi.

Pembinaan dan pengendalian kesehatan ternak dilakukan secara bersama.

Pasal 3, tentang batas lokasi.

Perusahaan sapi perah harus diberi pagar keliling yang rapat sekurang-kurangnya setinggi 1,75 m di atas tanah dan pagar dan pagar tersebut sekurang-kurangnya 5 m dari kandang terluar.

 

Bab II, Macam, Syarat, dan Tataletak Bangunan

Pasal 4, tentang macam bangunan yang harus ada di peternakan sapi perah.

Perusahaan petenakan sapi perah wajib memiliki beberapa bangunan yang sesuai dengan kegiatan usahanya, yakni:

(1)   Perusahaan harus memiliki bangunan kandang untuk anak, induk, beranak, isolasi, karantina dan kandang pengobatan.

(2)   Perusahaan harus mempunyai gudang pakan dan peralatan.

(3)   Perusahaan harus membangun kamar susu dan laboratorium kecil.

(4)   Perusahaan harus menyediakan instalasi air bersih.

Pasal 5, tentang persyaratan kandang.

Perusahaan harus membangun kandang dengan memperhatikan dan memenuhi persyaratan, sebagai berikut:

(1)   Kandang memenuhi daya tampung, antara lain luas lantai yang tidak termasuk jalur jalan dan selokan kandang sekurang-kurangnya 2 x 1,5 m persegi tiap ekor dewasa.

(2)   Ventilasi dan pertukaran udara didalam kandang harus terjamin. Udara segar dapat masuk leluasa ke dalam kandang dan sebaliknya udara kotor harus dapat keluar dari kandang.

(3)   Bangunan kandang mengikuti persyaratan teknis, ekonomis dan permanen atau semipermanen. Lantai kandang terbuat dari beton atau kayu yang tidak licin. Lantai miring ke arah saluran pembuangan yang mudah dibersihkan.

Pasal 6, tentang tataletak letak kandang.

Penataan letak bangunan kandang dan bangunan bukan kandang di dalam lokasi perusahaan peternakan sapi perah harus memperhatikan persyaratan atau pedoman sebagai berikut:

(1)   Jarak antara dua bangunan kandang sekurang-kurangnya 6 m dihitung masing-masing dari tepi atap kandang.

(2)   Bangunan kandang induk harus terpisah dari sapi anak.

(3)   Perusahaan harus menyediakan kandang untuk beranak yang terpisah dari kandang lainnya atau dibatasi dinding tembok.

(4)   Kandang isolasi terpisah 25 m atau minimal 10 m dan dibatasi dinding 2 m serta tidak boleh berhubungan langsung.

 

Bab III, Kebersihan dan Peralatan

Peralatan kandang harus dapat memenuhi keperluan untuk penempatan sapi pada tempatnya, pembersihan kandang dan pembersihan tempat makan dan minuman ternak.

Penataan kandang harus memperhatikan aliran air, udara dan penghantar lainnya sehingga dapat dijamin tidak terjadi pencemaran dari kandang isolasi dan ternak.

Kandang dan bangunan lain seperti gudang pakan, gudang peralatan, kantor dan bangunan lain harus terpisah sekurang-kurangnya 15 m atau dibatasi dinding 2 m dan tidak boleh berhubungan langsung serta diatur agar lalu lintas orang, kendaraaan dan lain-lain tidak mencemari kandang secara langsung.

Sumber: Master Kuliah Manajemen Ternak Perah FAPET UNPAD

감사합니다 – Terima Kasih!

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s