Nilai Kecernaan (PART 3)

Kecernaan Bahan Kering

Bahan pakan merupakan bahan yang dapat dimakan dan dicerna oleh hewan ternak, terdiri atas dua komponen utama yaitu air dan bahan kering.   Bahan kering dibagi lagi menjadi dua, yaitu bahan organik dan bahan anorganik.  Bahan organik terdiri atas karbohidrat, lemak, protein dan vitamin.  Bahan anorganik terdiri atas mineral dengan berbagai unsur-unsurnya.  Makanan yang dikonsumsi ternak sebelum siap dimanfaatkan oleh tubuh ternak terlebih dahulu harus mengalami perombakan.  Bahan makanan tersebut dirombak melalui proses pencernaan yang berlangsung dalam saluran pencernaan.

Continue reading

Nilai Kecernaan (PART 2)

Penentuan Kecernaan secara In Vitro


Penentuan kecernaan secara in vitro dilakukan di laboratorium dengan menirukan kondisi pada rumen. Syarat-syarat yang perlu diperhatikan dalam teknik in vitro adalah adanya larutan penyangga (buffer) dan media makanan, temperatur sekitar 39ºC, pH optimal yaitu 6,7-7,0, adanya sumber inokulum, agitasi (pengocokan) dan gas CO2.

Continue reading

Nilai Kecernaan (PART 1)

Pengertian Kecernaan

Kecernaan adalah zat-zat makanan dari konsumsi pakan yang tidak diekskresikan ke dalam feses, selisih antara zat makanan yang dikonsumsi dengan yang dieksresikan dalam feses merupakan jumlah zat makanan yang dapat dicerna. Jadi kecernaan merupakan pencerminan dari kemampuan suatu bahan pakan yang dapat dimanfaatkan oleh ternak.  Tinggi rendahnya kecernaan bahan pakan memberikan arti seberapa besar bahan pakan itu mengandung zat-zat makanan dalam bentuk yang dapat dicernakan ke dalam saluran pencernaan.

Continue reading

KEBUTUHAN NUTRISI FASE ANAK DAN DEWASA

Untuk pertumbuhan, produksi, reproduksi dan hidup pokok, hewan memrlukan zat gizi. Makanan ternak berisi zat gizi untuk keperluan kebutuhan enrgi dan fungsi-fungsi tersebut diatas, akan tetapi kandungan zat gizi tersebut pada masing-masing makanan ternak adalah berbeda begitupun kebutuhan setiap fase ternak pun akan berebda.

Continue reading

GANGGUAN FUNGSI DAN MANIPULASI RUMEN

Ternak ruminansia merupakan salah satu ternak yang memiliki keistimewaan paling menonjol diantara ternak lainnya. Keistimewaannya yang dimaksud ialah ternak ruminansia memiliki lambung lebih dari satu, sehingga setiap asupan pakan yang masuk ke dalam tubuh ternak dapat dicerna optimal. Ditambah dengan hadirnya mikroba rumen yang membantu proses fermentasi dan penyerapan. Proses fermentasi yang terjadi didalam rumen dilakukan oleh mikroba rumen yang terdiri dari bakteri, protozoa dan fungi.

Continue reading

FERMENTASI LEMAK DAN PERANAN MINERAL PADA RUMINANSIA

Pencernaan merupakan proses perubahan yang bersifat mekanis dan kimia yang terjadi dalam saluran pencernaan sampai zat-zat makanan dapat dimanfaatkan oleh tubuh. Perubahan tersebut dapat berupa penghalusan pakan menjadi partikel yang lebih kecil atau penguraian senyawa kompleks menjadi senyawa yang lebih sederhana. Pencernaan pakan pada ruminansia terjadi secara mekanis di dalam mulut yang bertujuan memperkecil ukuran partikel pakan, fermentasi oleh mikroba dalam rumen dan secara kimiawi oleh enzim-enzim yang dihasilkan oleh organ-organ pencernaan pasca rumen.

Continue reading

Kebutuhuan Nutrien Induk Ternak Ruminansia

Nutrisi (zat gizi) yang terkandung dalam pakan dan masuk ke dalam tubuh ternak dapat digunakan untuk menunjang berfungsinya organ fisiologis dalam rangkaian proses pertumbuhan/perkembangan, reproduksi, dan aktifitas biologis lainnya. Nutrisi tersebut ialah energi, protein, vitamin, mineral, dan air. Unsur-unsur ini merupakan kebutuhan mutlak bagi kehidupan ternak yang keberadaannya perlu diperhatikan dan disajikan dalam bentuk ransum. Ransum yang diberikan nantinya akan digunakan oleh ternak untuk memenuhi kebutuhan di dalam tubuh diantaranya kebutuhan hidup pokok dan berproduksi.

Continue reading