Foodborne Disease

Bahan pangan merupakan salah satu keperluan dasar yang sangat penting dalam kehidupan manusia. Salah satunya adalah bahan pangan asal hewan seperti: telur, susu dan daging. Bahan pangan asal hewan mutlak diperlukan karena didalamnya terdapat kandungan protein hewani yang sangat penting dalam pembentukan tubuh yang sehat dan otak yang cerdas. Tetapi bahan pangan asal hewan ini juga termasuk kategori bahan pangan yang berjenis perishable food (mudah untuk rusak) dan potential hazardous food (memiliki potensi berbahaya bagi manusia) atau dengan kata lain juga dapat menjadi wahana atau perantara unsur yang dapat merusak bagi kesehatan manusia. Untuk itu diperlukan kontrol serta penanganan yang tepat agar konteks “safe from farm to table” dapat dipenuhi syaratnya.

Saat ini isu keamanan bahan pangan asal hewan telah menjadi perhatian pemerintah dan masyarakat Indonesia. Berbagai masalah yang timbul seputar keamanan pangan telah terjadi mulai dari keracunan makanan, penggunaan bahan-bahan berbahaya dalam pengolahan, serta proses pengolahan yang tidak memenuhi syarat-syarat keamanan pangan. Kondisi-kondisi tersebut akan sangat memungkinkan untuk terjadinya foodborne disease (penyakit yang dihantarkan melalui pangan atau sering disebut penyakit akibat pangan yang disebabkan karena telah menelan makanan atau minuman yang telah terkontaminasi). Penyakit karena patogen asal pangan dapat digolongkan menjadi dua kelompok, yaitu infeksi dan intoksikasi (keracunan).

Infeksi terjadi karena telah menelan makanan atau minuman yang mengandung organisme hidup dan mampu bersporulasi di dalam usus serta menimbulkan penyakit. Untuk menyebabkan penyakit, jumlah bakteri yang tertelan harus memadai. Hal itu dinamakan dosis infeksi. Beberapa organisme penting yang menimbulkan infeksi makanan meliputi Clostridium perfringens, Vibrio parahaemolyticus, dan beberapa jenis Salmonella.

Intoksikasi (keracunan) makanan dapat disebabkan karena kimiawi, biologi dan mikrobiologi. Intoksikasi makanan karena kimiawi disebabkan masuknya bahan kimiawi beracun kedalam tubuh. Misalnya masuknya logam (timah, merkuri) kedalam tubuh. Intoksikasi biologis disebabkan mengonsumsi bahan makanan (tanaman) yang mengandung substansi beracun.

Intoksikasi mikrobiologi disebabkan mengonsumsi makanan yang mengandung senyawa beracun yang diproduksi oleh mikroba, yaitu bakteri atau kapang. Keracunan terjadi setelah menelan toksin yang dihasilkan oleh mikroba. Mikroba tersebut tidak harus hidup dalam tubuh manusia tetapi toksin yang diproduksi inilah yang akan berperan dalam terjadinya intoksikasi.

Bakteri merupakan faktor penyebab terbanyak terjadinya intoksikasi secara mikrobiologis dibanding kapang. Contoh kapang yang dapat menyebabkan intoksikasi adalah Aspergillus flavus. Beberapa bakteri yang dapat menyebabkan intoksikasi makanan diantaranya adalah Staphylococcus aureus, Bacillus cereus, Clostridium botulinum, dan Clostridium perfringens.

감사합니다 – Terima Kasih!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s