West Nile Virus

NIAID-west-Nile

Image via Wikipedia

Zoonosis juga memiliki pengaruh yang besar terhadap kesehatan manusia sepanjang waktu, dan binatang-binantang liar selalu memiliki peran yang besar di dalamnya. Jumlah total penyakit zoonosis yang diketahui menurut catalog Taylor tahun 2001 ialah dari 1.415 penyakit pathogen manusia, 62%nya merupakan zoonosis. Dari waktu ke waktu, temuan mengarah pada kenyataan bahwa penyakit pathogen manusia umumnya berasal dari hewan. Salah satu contoh dari zoonosis adalah penyakit yang disebabkan oleh virus West Nile.

Virus West Nile digolongkan dalam kelompok Flavivirus yang mempunyai kedekatan antigenik dengan virus Murray Valley Encephalitis (MVE) di Australia, St. Louis Encephalitis (SLE) di Amerika, dan Japanese Encephalitis(JE) di Jepang. Kedekatan antigenik ini dapat dibuktikan secara eksperimental pada hamster yang telah diimunisasi dengan virus. Virus ini juga memiliki benang RNA positif tunggal (single positive-stranded RNA) sebagai genomnya dengan panjang sekitar 9 kilobasa. Klasifikasi dari virus West Nile adalah:

Grup                : Kelompok IV ((+) ssRNA)

Family             : Flaviviridae

Genus              : Falvivirus

Spesies            : West Nile Virus

Jalur utama virus West Nile untuk menginfeksi manusia adalah melalui gigitan nyamuk yang telah terinfeksi, meskipun kutu yang terinfeksi juga telah ditemukan di daerah Asia dan Afrika namun perannya dalam transmisi virus West Nile belum diketahui secara pasti hingga saat ini. Nyamuk menjadi terinfeksi karena telah menggigit burung yang telah terinfeksi sebelumnya, setelah beberapa hari nyamuk menggigit burung yang telah terinfeksi akhirnya virus sampai di kelenjar saliva nyamuk. Saat nyamuk menggigit virus akan disuntikkan ke dalam tubuh manusia ataupun hewan. Walaupun sebagian besar kasus infeksi terjadi pada burung, virus West Nile juga telah teridentifikasi menginfeksi kuda, kucing, kelelawar, tupai, sigung, dan kelinci. Virus ini tidak akan menular dari manusia ke manusia lagi secara langsung. Masa waktu puncak dari penyebaran virus ini adalah pada saat musim panas dan pada saat suhu menjadi lebih hangat yaitu pada Mei hingga Oktober.

Menurut sejarah yang telah tercatat virus West Nile diperkirakan pertama kali ditemukan pada tahun 323 SM di daerah Mesopotamia (daerah Irak sekarang) yaitu pada masa Kekaisaran Aleksander Agung dan bahkan yang menjadi penyebab kematiannya adalah karena telah terinfeksi virus West Nile. Virus West Nile sendiri pertama kali diisolasi dari darah seorang perempuan yang sedang terserang demam di daerah Omogo, Propinsi West Nile (daerah delta Sungai Nil), Uganda pada tahun 1937. Virus ini juga banyak ditemukan di Timur Tengah, Asia Barat, Oceania, Amerika Utara dan juga daerah-daerah lainnya di Afrika pada perkembangan selanjutnya. Epidemi pertama dilaporkan terjadi pada orang di Israel (1950 – 1954). Antara tahun 1962 – 1964 ditemukan pada orang di daerah Camargue, Prancis. Beberapa penderita mengalami encephalitis. Wabah terbesar dilaporkan terjadi di Afrika Selatan pada tahun 1974 dengan morbidity rate mencapai 55% namun bersifat ringan tanpa encephalitis. Sejak tahun 1990-an jumlah kasus yang menimbulkan kematian semakin meningkat, dibuktikan dengan kasus di Rumania pada tahun 1996, di Rusia pada tahun 1999, dan Israel pada tahun 2000.

Ada beberapa tips yang diberikan oleh CDCP (Centers for Disease Control and Prevention) untuk mengurangi resiko terinfeksi oleh virus West Nile, diantaranya:

1.      Tinggal di dalam rumah pada saat  fajar dan senja.

2.      Mengenakan baju lengan panjang dan celana panjang setiap kali berada di luar ruangan.

3.      Menggunakan obat penolak serangga pada kulit, yang paling efektif adalah yang mengandung 20 – 30% DEET (N, N-dietil-meta-toluamide). DEET dalam konsentrasi yang lebih tinggi lagi (> 30%) sangat tidak dianjurkan karena akan menimbulkan efek samping terutama pada anak-anak.

4.      Setiap kali menggunakan obat pembasmi nyamuk / insektisida selalu baca aturan pemakaiannya.

5.      Melakukan langkah-langkah preventif baik di dalam rumah maupun di luar rumah. Seperti: menutup tempat penampungan air.

6.      Jika menemukan burung mati jangan menangani bangkai tersebut dengan tangan telanjang.

Untuk lebih lengkapnya silahkan bisa di download file lengkapnya.

download

감사합니다 – Terima Kasih!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s