Kebutuhuan Nutrien Induk Ternak Ruminansia

Nutrisi (zat gizi) yang terkandung dalam pakan dan masuk ke dalam tubuh ternak dapat digunakan untuk menunjang berfungsinya organ fisiologis dalam rangkaian proses pertumbuhan/perkembangan, reproduksi, dan aktifitas biologis lainnya. Nutrisi tersebut ialah energi, protein, vitamin, mineral, dan air. Unsur-unsur ini merupakan kebutuhan mutlak bagi kehidupan ternak yang keberadaannya perlu diperhatikan dan disajikan dalam bentuk ransum. Ransum yang diberikan nantinya akan digunakan oleh ternak untuk memenuhi kebutuhan di dalam tubuh diantaranya kebutuhan hidup pokok dan berproduksi.

Kebutuhan hidup pokok yaitu kebutuhan sejumlah nutrisi untuk menjamin keseimbangan dan kondisi tubuh yang normal sehingga tubuh mampu beraktivitas seperti bernapas, mencerna pakan, mengatur suhu tubuh, atau melakukan proses metabolisme. Jika nutrisi untuk kebutuhan hidup pokok telah terpenuhi maka kelebihan nutrisi ini akan digunakan untuk pertumbuhan dan berproduksi atau disimpan dalam tubuh dalam bentuk lemak badan. Sebaliknya, jika ternak domba kekurangan nutrisi yang dibutuhkan dan hal ini berlangsung dalam kurun waktu yang cukup lama maka cadangan yang ada dalam bentuk lemak badan akan dimobilisasikan untuk dibakar untuk memenuhi kebutuhan hidup pokok.

Berfungsinya alat reproduksi induk ternak secara sempurna tidak lepas dari proses-proses biokimia dari sebagaian besar alat tubuh. Hal ini menunjukkan bahwa induk bunting memerlukan nutrien makanan yang baik dan seimbang dengan kebutuhannya. Induk perlu memperoleh energi, protein, mineral, dan vitamin sesuai dengan kebutuhan.

Defisiensi makanan untuk induk bunting menyebabkan embrio yang sedang tumbuh dan berkembang bisa merusak kondisi induknya, dan menyebabkan terjadinya kematian fetus di dalam uterus atau terjadinya kelahiran anak yang lemah dan cacat.

Ternak yang sedang laktasi terutama pada minggu-minggu pertama masa laktasi aktivitas metabolisme kelenjar ambingnya meningkat. Untuk itu, diperlukan pasokan nutrien yang cukup tinggi dalam upaya memenuhi kebutuhan ternak untuk sintesis air susu. Kualitas air susu yang diproduksi oleh ternak dipengaruhi oleh kuantitas dan kualitas ransum yang diberikan. Defisiensi nutrien pakan pada induk menyusui menyebabkan produksi susu terganggu, yang selanjutnya dapat mempengaruhi pertumbuhan anak yang mengkonsumsi susu dari induknya.

 

Untuk lebih lengkapnya silahkan bisa di download file lengkapnya.

download

 

감사합니다 – Terima Kasih!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s