ANALISIS RISIKO IMPORTASI DAGING SAPI DARI INDIA TERKAIT PENYAKIT MULUT DAN KUKU

Agen penyebab Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) adalah virus RNA Famili Picornaviridae, Genus Enterovirus (non Polio). Genus yang lain adalah Rhinovirus, Cardiovirus, Apthovirus. Di dalam Genus enterovirus terdiri dari Coxsackie A virus, Coxsackie B virus, Echovirus dan Enterovirus.

Secara immunologik virus PMK mempunyai 7 type, yakni A, O, C, Asia, South African Teritorry (SAT) 1, 2, dan 3. Type O (Oise) dan A (Allemagne) keduanya mula-mula dideterminir oleh Velbe dan Carre tahun 1922 di Rusia, type C ditemukan oleh Waldman dan Trautwein tahun 1929, type SAT1 (Southern African Teritories), SAT2  dan  SAT3  dideterminasi oleh Animal Virus Research Institute Pirbright yang materialnya berasal dari Afrika, serta typa ASIA1 yang berasal dari Timur Jauh. Masing-masing type terbagi lagi menjadi sub type yaitu type O menjadi 11 subtype, A menjadi 23 subtype, C menjadi 2 subtype. SAT1 menjadi 7 subtype, SAT2 menjadi 3 subtype, SAT3 menjadi 4 subtype  dan ASIA1 menjadi 3 subtype, maka jumlah seluruhnya 53 subtype. Jumlah ini kemungkinan bisa terus bertambah mengingat struktur antigen virus tersebut mudah berubah. Type tidak ada hubungannya dengan gejala penyakit, tiap-tiap type menunjukkan gejala klinik yang serupa. Subtype dengan berkembangnya ilmu pengetahuan dikatakan pula sebagai galur. Di Indonesia terdapat virus PMK type O dengan subtype 11 atau mungkin sudah bertambah subtypenya, sebab berdasarkan galurnya sudah ada beberapa galur diantaranya O galur Bali 62 dan 73, O galur Java dan O galur Java 83. Kekebalan masing-masing type berbeda satu sama lain, demikian pula subtype kadang-kadang juga berbeda.

Ukuran virus ± 10 – 24 millimikron, terbentuk dari asam inti-ribo yang diselubungi protein. Virus sangat labil, antigenitasnya mudah dan cepat berubah. Virus PMK sangat tahan terhadap macam-macam desinfektan, tetapi ada beberapa macam desinfektan yang dapat membunuh atau menghancurkan virus terutama yang bersifat asam atau basa. Virus akan hancur pada keadaan asam pH < 6.

Angka kematian tidak tinggi yaitu pada yang dewasa  ±  2% dan anak hewan  ± 20%. Dalam keadaan wabah yang hebat angka kematian bisa lebih tinggi yaitu pada dewasa ± 5% dan anak hewan bisa mencapai ± 50%. Walaupun PMK jarang menimbulkan kematian terhadap ternak yang diserangnya terutama tenak dewasa akan tetapi bila dilihat dari segi morbiditasnya (dapat mencapai 100%), secara ekonomis sangat merugikan, yaitu dapat menyebabkan turunnya berat badan dan produksi susu. Selain itu yang terpenting dapat menyebabkan kemajiran dan hilangnya kemampuan daya kerja ternak.

Status karier dan daya hidup virus dalam tubuh hewan dapat bertahan lama. Diketahui ternak sapi dapat bersifat karier sampai 2 tahun, kerbau belum diketahui secara pasti, pada kambing dan domba hanya beberapa bulan. Banyak teori-teori hasil penelitian para ahli yang mengupas tentang sifat karier ini. Diantara teori-teori tersebut adalah sebagai berikut:

  1. Setelah pelaksanaan vaksinasi massal secara teratur tiap tahun selama 3 tahun berturut-turut masih didapatkan kemungkinan ternak karier sebanyak 0,49% dari ternak yang telah divaksinasi (Anderson E.C. Cs.1974).
  2. Ternak yang terserang PMK, 8 bulan setelah sembuh masih dapat mengeluarkan bibit penyakit (Loffler, 1909).
  3. Dari ternak yang telah sembuh masih dapat ditemukan bibit penyakit pada oesophagusnya selama 6 bulan – 2 tahun (Hagger 1968).
  4. Kemungkinan, terjadinya penularan PMK melalui angin dari satu tempat ke tempat lainnya yang berjauhan, sebab virus dapat ditularkan melalui angin yang tenang sejauh 2 – 3 mil, bahkan dalam keadaan angin yang kuat virus dapat ditularkan dalam jarak lebih dari 10 mil, dan infeksi virus maasih bisa terjadi setelah bibit penyakit tersebut berada 14 hari di udara (Hyslop. N. St. G. 1965).
  5. Kemungkinan penularan melalui lalu lintas ternak dan ikutannya atau melalui manusia atau bahan lain yang tercemar yang berasal dari daerah yang masih belum bebas penyakit ke daerah lain yang masih bebas penyakit . (Hyslop. N. St. G. 1965).
  6. Kemungkinan terdapatnya ternak yang sakit terselebung atau “occult form” pada

ternak yang kelihatannya sehat (Falconer 1972).

  1. Sifat khas epizootika dari penyakit mulut dan kuku yaitu mempunyai

kecenderungan untuk menimbulkan wabah dengan jenjang waktu 10 tahun. (Hyslop. N. St. G. 1965).

 

 

Untuk lebih lengkapnya silahkan bisa di download file lengkapnya.

download

 

 

감사합니다 – Terima Kasih!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s