Higiene Makanan

Makanan yang sampai ke konsumen haruslah memenuhi persyaratan sehat, bebas penyakit, dan sedap/aromatis. Kalau dilihat dari persyaratannya jadi makanan yang sampai kepada konsumen selain sehat, dan bebas penyakit, juga haruslah memenuhi syarat juga dari segi rasa (sedap). Syarat yang terakhir inilah yang justru seling dilupakan atau dipandang sebelah mata padahal sama pentingnya dengan kedua syarat yang lainnya.

Higene makanan terdiri dari dua faktor penting yaitu HIGIENE dan SANITASI. Pengertian dari HIGIENE adalah “usaha untuk melindungi, memelihara, dan meningkatkan kesehatan manusia agar tidak terjadi gangguan kesehatan”, sedangkan untuk SANITASI adalah “usaha pencegahan terhadap berbagai faktor lingkungan agar penyakit dapat dihindari”.  Contoh dari tindakan higiene salah satunya adalah mencuci tangan sebelum makan, dan untuk contoh tindakan sanitasi adalah menutup makanan dengan tudung saji agar terhindar dari lalat.

Terdapat beberapa pengertian dari higienen makanan, diantaranya:

1. Menurut FAO/WHO CODEX Alimentarius adalah suatu usaha sejak panen, pasca panen (penanganan), pengolahan, penyimpanan, dan penjualan makanan agar makanan tersebut bebas penyakit, sehat, dan sedap.

2. Menurut Buckle, Edwards, Fleet, dan Wootton. adalah “bidang yang luas dan termasuk didalamnya cara beternak, pemberian pakan, pemasaran, pemotongan ternak, dan penanganan praktis dan prosedur sanitasi yang dirancang guna mencegah jangan sampai PENCEMAR PATOGENIK masuk dan tumbuh pada bahan makanan.”

3. Betty dan Gilbert adalah “mempelajari metode memperoleh, memproduksi, menyediakan makanan yang aman dan mempunyai daya simpan yang baik. termasuk cara dan usaha pencegahan bakteri patogen berkembang dalam makanan yang mengkontaminasi bahan makanan sejak awal, serta menangani setiap tahap penyediaan makanan dan minuman sejak persiapan sampai ke konsumen termasuk didalamnya peralatan.

Higienen makanan merupakan garda garis terdepan dalam menjamin kesehatan masyarakat termasuk usaha untuk menghindari kerusakan makanan dan menghindari penurunan kualitas makanan. Untuk menghindarinya diperlukan penanganan diseluruh tingkat produksi makanan dari bahan mentah sampai siap dimakan.

Ruang lingkupnya, teridir dari:

1. Jaminan bahan mentah yang aman. Yaitu semua bahan-bahan mentah yang beradal dari tenak hidup di peternakan. Seperti higiene daging, higiene susu, dan higiene telur.

2. Pengembangan penelitian. Yang termasuk bagian ini adalah bagaimana cara mengurangi bahaya akibat makanan serta memperbaiki kualitas makanan.

3. Pengawasan. Untuk bagian pengawasan harus dilakukan selama proses pengolahan (processing), penanganan (handling), penyimpanan (keeping), pengepakan (packing), dan transportasi (transportation).

Secara garis besar sebenarnya yang namanya higiene makanan adalah untuk melindungi kita dari gangguan kesehatan yang berasal dari makanan dan juga untuk menjaga keamanan dari bahan makanan yang akan kita konsumsi. Ruang lingkup disiplin ilmu dalam higiene makanan adalah biologi, kedokteran (manusia dan hewan), serta mikrobiologi. Khusus untuk bidang kedokteran hewan (dalam hal ini kesehatan masyarakat veteriner/kesmavet) ditekankan kepada tentang kerusakan bahan makanan asal hewan serta penyakit yang bisa timbul dari makanan (foodborne zoonosis). Sedangkan untuk aspek mikrobiloginya dihubungkan dengan:

1. Perubahan bahan makanan (kesehatan konsumen, kualitas, dan kerugian ekonomi).

2. Reaksi kimia dan fisik (bahan-bahan dalam makanan serta komposisinya).

3. Keracunan.

감사합니다 – Terima Kasih!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s