Mikroba Rumen (PART 2)

Bakteri Rumen

Jumlah bakteri dalam rumen dapat mencapai 1-10 miliar per mililiter cairan rumen. Terdapat tiga bentuk bakteri yaitu bulat, batang, dan spiral, dengan ukuran yang bervariasi yaitu 0,3 – 50 mikron.

Sebagian besar bakteri rumen bersifat anaerob, yaitu hidup dan tumbuh tanpa oksigen, walaupun demikian masih terdapat kelompok bakteri yang dapat hidup dengan kehadiran sejumlah kecil oksigen. Kelompok bakteri tersebut dinamakan bakteri fakultatif yang biasanya hidup menempel pada dinding rumen dimana terjadi difusi oksigen ke dalam rumen.

Berdasarkan letaknya, bakteri dapat dikelompokkan menjadi bakteri yang bebas dalam cairan rumen, bakteri yang menempel pada dinding rumen, bakteri yang menempel pada protozoa, dan bakteri yang menempel pada partikel pakan. Bakteri yang bebas pada cairan rumen banyaknya sekitar 30% dari populasi bakteri rumen total dan 70% sisanya tersebar menempel pada dinding rumen, pakan, dan protozoa.

Terdapat delapan kelompok yang didasarkan pada jenis bahan yang digunakan dan hasil akhir fermentasi. Berikut adalah pengelompokkan serta contoh spesies bakteri:

  1. Bakteri pemanfaat selulosa: Bacteriodes succinogenes, Ruminococcus flavepaciens, Ruminococcus albus, Butyrivibrio fibriosolvens.
  2. Bakteri pemanfaat hemiselulosa: Butyrivibro fibriosolvens, Bacteriodes ruminocola, Ruminococcus sp.
  3. Bakteri pemanfaat pati: Bacteriodes amylophilus, Succinimonas amylolytica.
  4. Bakteri penghasil methan: Methanobrivibacter ruminantium, Methanobacterium formicicum.
  5. Bakteri pemanfaat gula: Treponemma bryantii, Lactobacillus ruminus.
  6. Bakteri pemanfaat asam: Salenomonas ruminantum.
  7. Bakteri pemanfaat protein: Bacteroides amylophilus, Fibrisolvens.
  8. Bakteri pemanfaat lipid: Anaerovibrio lipolytica, Treponemma bryantii.

Makanan dengan yang banyak mengandung karbohidrat non struktural yang tinggi mudah dicerna dan memerlukan waktu lebih singkat untuk mencernanya. Kondisi makanan seperti ini menyebabkan bakteri Streptococcus berkembang lebih cepat dari normal dan membebaskan sejumlah besar asam laktat. Kondisi tersebut menyebabkan bakteri pemakai asam laktat tidak dapat memetabolisis laktat cukup cepat untuk mencegah terjadinya akumulasi. Akumulasi asam laktat menyebabkan pH rumen turun mendadak dan berakibat pada terjadinya perubahan drastis jumlah populasi mikroba.

Bersambung…

Sumber: Skripsi “Pengaruh Penggunaan Limbah Tape Singkong dalam Ransum terhadap Konsentrasi Bakteri dan Protozoa Pada Cairan Rumen Domba Lokal (In Vitro)” Tias Asri Karina (200110060028)

감사합니다 – Terima Kasih!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s