Mikroba Rumen (PART 3)

Protozoa Rumen

Jumlah protozoa dalam rumen lebih sedikit bila dibandingkan dengan jumlah bakteri, tetapi ukuran tubuhnya lebih besar dengan panjang tubuh berkisar antara 20 sampai 200 mikron, oleh karena itu biomassa total protozoa hampir sama dengan biomassa total bakteri. Jumlah protozoa bervariasi antara 105 sampai 106 sel/ml cairan rumen.

Protozoa yang hidup di dalam rumen sangat banyak dan bervariasi, mereka dibagi menjadi kelompok Flagellata dan Ciliata, dimana jumlah Ciliata merupakan jumlah yang terbesar. Mereka hidup dalam keadaan anaerob dan tidak patogenik. Protozoa Ciliata ditandai dengan adanya cilia di sekeliling tubuhnya, atau hanya terdapat di bagian anterior dan posterior saja. Kelompok Flagellata ditandai dengan adanya flagel di bagian anterior.

Protozoa masuk ke dalam famili Isotrichidae dengan genus Isotricha dan genus Dasytricha, serta famili Ophryoscolicidae dengan genus Entodinium, Diplodinium, dan Ophyroscolex. Beberapa contoh spesies protozoa, yaitu:

  1. Protozoa yang memfermentasi gula, pati, pektin, dan glukosa adalah Isotricha intestinalis,
  2. Protozoa pencerna pati, maltosa, cellobiosa, dan glukosa adalah Dasytricha ruminantum,
  3. Protozoa pencerna pati, cellobiosa, glukosa, maltosa, dan sukrosa adalah Entodinium caudatum,
  4. Protozoa pencerna pati, cellobiosa, glukosa, dan sukrosa adalah Diplodinium polypastron,
  5. Protozoa pencerna selulosa, hemiselulosa adalah Diplodinium ostracodinium.

Pada makanan yang tinggi akan serat maka protozoa Diplodinium merupakan populasi yang besar. Populasi tersebut akan berkurang dengan semakin tingginya kandungan Bahan Ekstrak Tanpa Nitrogen (BETN) dalam bahan pakan.

Berbeda dengan bakteri, protozoa tidak mampu secara langsung memanfaatkan amonia sebagai sumber nitrogen. Sumber nitrogen untuk pertumbuhan protozoa berasal dari protein pakan dan bakteri rumen yang dimakannya.

Keberadaan  protozoa dalam rumen memegang peranan penting dalam mendegradasi hijauan pakan. Pendapat lain mengatakan bahwa kehadiran protozoa diperlukan untuk mempertahankan pH rumen. Protozoa dapat segera menyimpan karbohidrat yang mudah larut ke dalam tubuhnya. Kemampuan ini dapat mencegah laju konversi Readily Fermentable Carbohydrate (RFC) yang oleh bakteri diubah menjadi asam laktat. Laju konversi RFC yang terlalu cepat akan menyebabkan penurunan pH secara drastis yang sangat berbahaya bagi bakteri rumen, terutama bakteri selulolitik, seperti Ruminococcus albus dan Bakteroides ruminocola.

Kandungan karbohidrat mudah tercerna yang tinggi dalam pakan sebagian besar dimanfaatkan oleh protozoa. Zat-zat pati dapat dicerna secara baik oleh protozoa. Sebagian besar protozoa rumen terutama dari genus Oligotricha dan Holotricha mempunyai aktivitas α-amylase kuat.  Jumlah protozoa akan meningkat menjadi 106 sel/ml cairan rumen pada pemberian pakan yang memiliki kandungan gula terlarut tinggi.

Bersambung…

Sumber: Skripsi “Pengaruh Penggunaan Limbah Tape Singkong dalam Ransum terhadap Konsentrasi Bakteri dan Protozoa Pada Cairan Rumen Domba Lokal (In Vitro)” Tias Asri Karina (200110060028)

감사합니다 – Terima Kasih!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s