Mikroba Rumen (PART 4)

Fungi Rumen

Fungi rumen bersifat anaerob yang terdapat dalam rumen sebagian besar mencerna serat kasar.  Populasinya berjumlah 103-105 sel/ml cairan rumen, meskipun populasinya sedikit, namun sangat berperan dalam mencerna serat kasar.  Fungi rumen sangat efektif dalam melonggarkan ikatan jaringan tanaman dan diperkirakan menjadi mikroba rumen pertama yang mencerna struktur tanaman.

Fungi terdiri dari yeast (ragi) seperti Saccharomyces  dan mould (Jamur) seperti Neocallimastix frontalis, Piramonas communis, dan Sphaeromonas communis, yang memerlukan kondisi anaerob untuk bertahan hidup.

Fungi akan memecah ikatan hemiselulosa-lignin dan melarutkan pelindung lignin, tapi tidak mendegradasi lignin.  Komponen tanaman dari berbagai hijauan menyebabkan peningkatan yang besar populasi fungi.  Secara in vitro, perkembangan aktivitas fungi rumen dihambat oleh bakteri rumen karena pemanfaatan N dan asam laktat oleh bakteri.

Fungi yang umumnya ditemukan di dalam rumen dan menempel pada fragmen-fragmen pakan serta membentuk koloni adalah Phycomycotes (Arora,1995). Fungi tidak ditemukan di dalam rumen ternak yang diberi pakan daun-daunan halus.

Bersambung…

Sumber: Skripsi “Pengaruh Penggunaan Limbah Tape Singkong dalam Ransum terhadap Konsentrasi NH3 dan Produksi Gas Total pada Cairan Rumen Domba (In Vitro)” Risman Ismail (200110060015)

감사합니다 – Terima Kasih!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s