Fisiologi Pencernaan Ruminansia (PART1)

Sistem Pencernaan Ruminansia

Sistem pencernaan pada ternak ruminansia seperti pada ternak lainnya berfungsi untuk mencerna makanan, menyerap zat-zat makanan, dan mengeluarkan sisa pakan.  Lingkungan saluran pencernaan dipengaruhi oleh jenis bahan pakan yang dikonsumsi.

Proses pencernaan adalah perubahan pakan yang dikonsumsi oleh ternak menjadi zat-zat makanan oleh alat pencernaan di dalam saluran pencernaan sehingga dapat dimanfaatkan oleh tubuh.  Pencernaan pada ternak ruminansia mengalami tiga proses, yaitu; pencernaan mekanik, pencernaan hidrolitik, dan pencernaan fermentatif.  Pencernaan mekanik terjadi di mulut melalui pengunyahan, pencernaan hidrolitik di dalam perut dan usus melalui peran enzim–enzim yang dikeluarkan oleh alat pencernaan.  Pencernaan fermentatif khusus pada ternak ruminansia melalui peran mikroorganisme dalam rumen yang merombak zat–zat makanan menjadi senyawa lain yang akan dimanfaatkan, baik oleh mikroorganisme itu sendiri maupun oleh induk semang.

Proses pencernaan dimulai dari mulut, oesofagus, lambung, usus halus dan usus besar.  Di rongga mulut terjadi pencernaan mekanis dimana makanan dipecah menjadi partikel – partikel yang lebih kecil dan dicampur dengan saliva yang berperan sebagai pelumas.  Fungsi saliva adalah membasahi makanan sehingga dapat membentuk bolus yang memudahkan untuk dimamah, solubilisasi zat-zat makanan, mengontrol volume cairan rumen, suplai zat-zat makanan bagi populasi mikroorganisme rumen dan mengontrol pH rumen oleh cairan alkali (buffer) yang diekskresikannya.  Setelah terjadi pemecahan makanan di dalam rongga mulut makanan tersebut masuk ke dalam lambung (rumen) melalui oesofagus.  Di dalam rumen terjadi pengadukan yang memisahkan antara makanan halus dan makanan kasar.  Makanan yang masih kasar didorong kembali melalui oesofagus menuju ke rongga mulut untuk dilakukan pengunyahan kembali.

Ternak ruminansia memiliki sistem pencernaan yang kompleks, dimana lambungnya terdiri atas lambung depan dan lambung sejati.  Lambung depan yaitu rumen (perut handuk), retikulum (perut jala), dan omasum (perut kitab) serta lambung sejati adalah abomasum (perut kelenjar).  Rumen merupakan tempat utama proses pencernaan yang berlangsung secara fermentatif.  Retikulum membantu proses ruminasi bolus.  Omasum membantu proses menggiling partikel makanan, menyerap air bersama-sama natrium dan kalium, juga menyerap VFA.  Sifat menyerap air pada omasum diduga berfungsi untuk mencegah turunnya pH.  Proses pencernaan pada lambung depan terjadi secara mikrobial karena memegang peranan penting dalam pemecahan pakan, untuk lambung sejati terjadi pemecahan secara enzimatik karena mempunyai banyak kelenjar.

Saluran pencernaan ruminansia diadaptasikan terhadap pakan yang kondisi kandungan serat kasarnya tinggi.  Mayoritas ruminansia mengkonsumsi campuran karbohidrat dengan komponen utama yaitu selulosa dan hemiselulosa dari hijauan yang mengandung serat kasar yang tinggi.

Ternak ruminansia akan mengunyah pakan yang mengandung serat kasar tinggi dan rendah kualitasnya secara cepat menyimpannya untuk sementara di dalam rumen.  Saat istrirahat ternak ruminansia akan melakukan ruminasi yaitu mengunyah kembali rumput yang berada dalam rumen atau memamah biak (remastikasi) yang disebut juga dengan istilah cud chewing atau regurgitasi kembali. Pada proses ini pakan yang telah masuk ke dalam rumen kembali menuju ke mulut untuk dikunyah kembali, kemudian pakan yang telah halus ini masuk kembali ke dalam rumen untuk mengalami proses fermentasi lebih lanjut oleh mikroba rumen.  Produk akhir yang dihasilkan pada umumnya adalah VFA, NH3, gas methan (CH4) dan CO2.  Bahan yang tidak sempat difermentasi akan masuk ke dalam retikulum, omasum, dan abomasum.

Bersambung…

Sumber: Skripsi “Pengaruh Penggunaan Limbah Tape Singkong dalam Ransum terhadap Konsentrasi NH3 dan Produksi Gas Total pada Cairan Rumen Domba (In Vitro)” Risman Ismail (200110060015)

감사합니다 – Terima Kasih!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s