Fisiologi Pencernaan Ruminansia (PART2)

Rumen sebagai Ruang Fermentasi

Rumen merupakan bagian terbesar dari total lambung yang dimiliki oleh ruminansia dewasa yaitu sekitar 62%.  Rumen merupakan komponen penting dalam proses pencernaan ruminansia, mempunyai fungsi yang kompleks yaitu tempat berlangsungnya proses pemecahan dan perombakan pakan dengan proses fermentasi dari mikroba dalam rumen.

Sistem fermentasi yang terjadi dalam rumen mempunyai beberapa keuntungan, yaitu:

  1. Bakteri dapat menggunakan senyawa Non Protein Nitrogen (NPN) menjadi protein selnya yang pada akhirnya dapat tersedia untuk induk semangnya.
  2. Bakteri dalam rumen dapat mensintesa vitamin sehingga ternak tidak tergantung pada pemberian vitamin dari luar kecuali untuk vitamin A dan D.
  3. Dapat mencerna pakan yang mengandung kadar serat kasar yang tinggi.

Proses fermentasi dalam rumen merupakan hasil aktivitas fisik dari mikroba yang akan mengubah komponen pakan menjadi hasil akhir yang berguna (seperti VFA, protein mikrobial, dan vitamin B kompleks) dan yang sedikit berguna (seperti CH4 dan CO2) untuk ternak.  Jika diadakan perbandingan maka ternak ruminansia mempunyai kapasitas yang lebih besar bila dibandingkan dengan ternak non ruminansia.  Hal ini penting untuk memberi kesempatan kepada partikel serat berada dalam saluran pencernaan cukup lama dan mengalami fermentasi mikrobial.  Secara umum volume rumen akan meningkat sesuai dengan naiknya pertambahan berat badan.

Keadaan ekologis rumen sangat mendukung pertumbuhan dan perkembangbiakan mikroba lebih lanjut.  Rumen mempunyai suhu berkisar 39-42oC, pH netral antara 6-7, kelembaban yang konstan, kondisi anaerob serta dapat berkontraksi secara aktif.  Derajat keasaman (pH) rumen terutama ditentukan oleh sejumlah besar bicarbonat (HCO3) dan phosphat (HPO42-) yang berasal dari aliran saliva yang masuk ke dalam rumen.  Mekanisme pengaturan pH juga dikontrol oleh adanya penyerapan asam lemak terbang dan N-amonia (N-NH3) dari ephitel rumen oleh pembuluh darah.  Serta dengan adanya keseimbangan ion rumen yang ada dalam aliran darah.

Pencernaan mikrobial pada ruminansia memegang peranan penting, diperkirakan sekitar 70-80% Bahan Kering (BK) yang biasa dikonsumsi oleh ternak dapat dicerna dalam rumen, oleh karena itu ruminansia mempunyai kemampuan dalam mencerna karbohidrat hijauan (selulosa dan hemiselulosa).  Ada tiga macam mikroba bermanfaat yang terdapat dalam rumen, yaitu bakteri, protozoa, dan sejumlah kecil fungi.  Menurut peranannya dalam rumen yang paling berperan dominan berturut-turut adalah bakteri, protozoa, dan fungi.  Fungsi mikroba tersebut adalah untuk mencerna bahan pakan menjadi bahan yang dapat dimanfaatkan oleh ternak ruminansia.

Adanya mikroba dalam rumen menyebabkan ternak ruminansia memiliki kemampuan untuk mencerna Non Protein Nitrogen (NPN) dan karbohidrat struktural tanaman (selulosa dan hemiselulosa).  Melalui proses fermentasi karbohidrat dirombak menjadi asam lemak terbang, sedangkan protein menjadi amonia.

Pencernaan mikrobial pada ternak ruminansia memegang peranan penting, mikroba rumen memfermentasi dan mengubah sejumlah besar komponen karbohidrat menjadi asam lemak terbang terutama asam asetat, asam propionate, dan asam butirat.  Amonia dihasilkan dari metabolisme protein, peptida, asam amino, urea, nitrat, dan senyawa Nitrogen Bukan Protein (NBP) lain, yang sebagian dimanfaatkan oleh mikroba untuk mensintesis protein mikroba.

Bersambung…

Sumber: Skripsi “Pengaruh Penggunaan Limbah Tape Singkong dalam Ransum terhadap Konsentrasi NH3 dan Produksi Gas Total pada Cairan Rumen Domba (In Vitro)” Risman Ismail (200110060015)

감사합니다 – Terima Kasih!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s