Fisiologi Pencernaan Ruminansia (PART5)

Produksi Gas Total dalam Rumen

Indikator lain yang menunjukkan kualitas pakan adalah gas total, yang terdiri atas CH4 (32%); CO2 (56%); N2 (8,5%); dan O2 (3,5%).  Hasil dari gas total memang tidak memiliki manfaat bagi ternak (dalam proses in vivo dibuang dalam proses sendawa) namun pengukuran produksi gas menunjukkan aktivitas mikroba rumen dalam mendegradasi pakan.

Produksi gas yang dihasilkan merupakan indikasi terdapatnya fermentasi bahan pakan akibat adanya aktivitas dari mikroba rumen.  Hasil fermentasi dapat berasal dari fermentasi karbohidrat yaitu CO2, CH4, dan H2, fermentasi protein CO2, dan fermentasi lemak H2.  Pada ternak ruminansia sebagian energi pakan ada yang terbuang dalam produksi gas metan (CH4).  Gas metan terbentuk dari reaksi antara gas CO2 dan gas H2.

Fermentasi dalam rumen yang mengarah ke sintesis propionat akan lebih menguntungkan, karena pada sintesis propionat banyak menggunakan gas hidrogen sehingga produksi gas metan menjadi berkurang.  Pada proses sintesis asetat dan butirat banyak dihasilkan gas hidrogen.  Gas hidrogen dengan CO2 akan membentuk gas metan yang sesungguhnya tidak bermanfaat bagi ternak induk semang.  Jenis pakan yang berbeda akan menunjukkan jumlah produksi gas yang berbeda pada selang waktu fermentasi yang sama.

 

Bersambung…

Sumber: Skripsi “Pengaruh Penggunaan Limbah Tape Singkong dalam Ransum terhadap Konsentrasi NH3 dan Produksi Gas Total pada Cairan Rumen Domba (In Vitro)” Risman Ismail (200110060015)

감사합니다 – Terima Kasih!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s