Fisiologi Pencernaan Ruminansia (PART6)

Nilai Optimum dan Faktor yang Mempengaruhi pH Cairan Rumen

Untuk menjamin pertumbuhan mikroba, maka pH rumen harus dipertahankan antara 6,9 – 7,0. Derajat keasaman (pH) rumen mempunyai hubungan timbal  balik dengan proses penguraian protein pakan dan deaminasi. pH optimum untuk proteolisis dan deaminasi adalah 6 dan 7), pH optimum untuk aktivitas enzim protease yang maksimum yaitu 7,4 dan nilai pH cairan rumen bervariasi dari 5 sampai 7,7.

pH rumen mempengaruhi pelepasan ammonia pada diding rumen, absorpsi ammonia bergantung kepada pH rumen, sebab bila amonia tidak terionisasi berarti tidak terjadi absorbsi ion ammonium, dan pH rumen yang rendah secara otomatis mengurangi absorpsi ammonia oleh dinding sel. Perubahan pH dapat berpengaruh pada konsentrasi ammonia rumen.

Faktor lain yang turut mempengaruhi nilai pH cairan rumen yaitu lamanya waktu tinggal makanan yang dihitung sejak makan dan sekresi saliva. Saliva merupakan buffer bikarbonat sekitar 100mM, yang tersedia untuk menetralisir produksi secara terus menerus dan menigkat selama makan dan ruminas

Fermentasi maksimum pada ruminansia terjadi lima jam setelah makan. Pada waktu 4-5 jam setelah makan, pH rumen relatif netral (kondisi ideal) untuk menjamin proses yang maksimum karena nilai pH lebih rendah pada waktu 0,5–4 jam setelah makan, kemudian diseimbangkan, karena produksi asam dan masuk buffer dari saliva atau basa dari pakan.

pH cairan rumen untuk pakan konsentrat berkisar antara 5,5 – 6,5, sedangkan pakan hijauan menghasilkan kisaran 6,2 – 7. Salah satu penyebab terjadinya penurunan pH cairan rumen adalah terjadinya fermentasi yang cepat dari karbohidrat non structural (pati dan gula) yang menyebabkan terakumulasinya asam laktat dalam jumlah besar di dalam rumen yang diakibatkan oleh asimilasi pakan yang kandungan gulanya tinggi oleh protozoa holotricha serta menyimpannya dalam bentuk amylopektin.

Bersambung…

Sumber: Skripsi ““Pengaruh Tingkat Pemberian Limbah Tape Singkong Dalam Ransum Terhadap Konsentrasi Asam Lemak Terbang (ALT) Dan Derajat Keasaman (pH) Cairan Rumen Domba (In Vitro)”” Eka Hariyani (200110060022)

감사합니다 – Terima Kasih!

2 thoughts on “Fisiologi Pencernaan Ruminansia (PART6)

    • kalau tentang “Fisiologi Pencernaan Ruminansia” saya bikin jadi menjadi 6 bagian. Jadi masih ada 5 bagian yang lainnya. Silahkan dibaca. Terima Kasih…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s