Pengolahan Tanah/Lahan

Tanah secara umum dapat diartikan sebagai lapisan kulit bumi terluar yang tersusun dari bahan mineral dan bahan organik serta proses pembentukannya dipengaruhi oleh bahan induk, iklim, bentuk wilayah, mikroorganisme, dan proses terjadinya memerlukan waktu yang lama. Adapun pengertian tanah dipandang dari bidang pertanian adalah lapisan kulit bumi terluar yang berperan sebagai media tempat tumbuhnya tanaman.

Tanah yang sehat dan hidup haruslah:

  1. Diberi nutrisi alami setiap musimnya
  2. Dijaga dari erosi, untuk membentuk lapisan atas tanah yang berkualitas
  3. Dilindungi dari matahari dan angin untuk menjaga kelembabannya
  4. Biota tanah dapat hidup di dalamnya

Kesuburan tanah meliputi tiga aspek, yaitu : kesuburan fisik, kesuburan kimia dan kesuburan biologis. Ketiga aspek ini saling berkaitan erat dalam menentukan tingkat kesuburan tanah. Kesuburan tanah adalah suatu keadaan tanah dimana tata air, tata udara dan unsur hara dalam keadaan cukup, seimbang serta tersedia sesuai dengan tuntutan kebutuhan tanaman untuk dapat tumbuh secara optimal.

Usaha-usaha perbaikan dalam upaya meningkatkan kesuburan tanah adalah :

  • Pengolahan tanah/ lahan yang dapat memperbaiki sifat-sifat tanah. Dikenal tiga sistem pengolahan tanah, yaitu zero tillage, minimum tillage, dan maximum tillage.
  • Pemupukan dengan ppuk alam atau pupuk organik, yang dapat memperbaiki baik sifat fisik, kimia maupun biologi tanah. Berbagai pupuk alam atau pupuk organik diantaranya yaitu pupuk kandang, pupuk hijau, kompos, pupuk kascing, pupuk bokashi, dll.
  • Pemupukan dengan pupuk buatan, terutama untuk memperbaiki sifat kimia tanah. Pupuk buatan yang sering digunakan  untuk meningkatkan kesuburan tanah seperti urea, SP-36 dan KCl.

Tujuan Pengolahan Lahan :

  1. Memperbaiki aerasi tanah
  2. Memperbaiki struktur tanah
  3. Membersihkan gulma
  4. Membentuk seedbad (bentuk siap tanam)

Langkah-Langkah Dalam Pengolahan Lahan :

  1. Land Clearing adalah membersihkan lahan dari sisa tumbuhan atau semak yang ada
  2. Discing/ Membajak adalah mengiris-iris lahan yang masif menjadi bongkahan-bongkahan
  3. Harrowing adalah membalikkan tanah, menghaluskan
  4. Chaining adalah lebih menghaluskan lagi
  5. Seed Bad Preparation adalah menyediakan bentuk akhir lahan yang dikehendaki. Misalnya guludan, petak, dataran.

Cara pemupukan pertumbuhan dan keadaan perakaran setiap jenis tanaman berbeda satu sama lain. Keadaan sekitar tanaman menyebabkan perbedaan akar. Dengan mengetahui keadaan sifat-sifat dan aktivitas akar, akan dapat dilakukan pemupukan yang praktis dan sempurna. Bila akar tanaman tetap, maka penempatan pupuk yang baik adalah langsung di bawah akar. Jika akar tanaman tumbuhnya menyebar ke arah samping, maka sebaiknya penempatan pupuk di sisi tanaman. Berbagai macam pupuk organi dan anorganis banyak terdapat dan telah terbiasa dipakai oleh masyarakat Indonesia. Namun dalam penggunaannya tidak boleh sembarangan, sebab pupuk (terutama pupuk anorganis) banyak mengandung bahan kimia. Jika terdapat kesalahan dalam penggunaan pupuk atau katakanlah berlebihan akan berakibat tidak baik bagi tanah maupun tanaman itu sendiri, dan dalam hal memupuk, sebelumnya kita harus tahu dasar-dasar pemupukan yaitu kita harus memperhatikan tanaman-tanaman yang akan dipupuk, jenis tanah yang akan dipupuk, jenis pupuk yang akan digunakan, dosis atau jumlah pupuk yang diberikan, waktu pemupukan, dan cara pemupukan. Oleh karena itulah, maka dalam penggunaan pupuk sebaiknya di ketahui dahulu tentang :

  1. Kandungan unsur hara yang tesedia dalam tanah atau faktor kesuburan tanahnya sendiri
  2. Kemasaman tanah
  3. Kelembaban tanah
  4. Tinggi rendahnya kadar bahan-bahan atau unsur-unsur dalam tanah
  5. Kemampuan penyerapan zat-zat mineral dari tanaman yang bersangkutan
  6. Faktor iklim
  7. Nilai ekonomis dari tanaman yang akan atau sedang dibudidayakan.

Tentang pengunaan pupuk organis (pupuk kandang, pupuk hijau, pupuk kompos, dan pupuk alam lainnya) cara-caranya telah banyak dikemukakan. Yang perlu diketahui sekarang tentang cara-cara penggunaan pupuk anorganis atau pupuk buatan adalah (rencana penggunaannya) :

  1. Berapa besarnya yang dibutuhkan tanah dan tanaman
  2. Apakah jenis pupuk yang mudah melarut atau tidak mudah melarut
  3. Apakah perlu disemprotkan atau disebarkan atau dengan cara lain
  4. Sarana pembantunya dalam pelaksanaan pemupukan
  5. Kapan saatnya yang paling baik untuk melaksanakannya

Dalam pemberian pupuk  atau penempatan pupuk harus diperhatikan agar dapat diambil oleh akar tanaman lebih efisien, agar tidak merusak biji yang ditanam atau akar tanaman, dan dicari cara yang termudah dalam melakukan pemupukan (ketersediaan tenaga kerja dan perhitungan ekonomis), tetapi memenuhi kedua syarat tersebut. Adapun cara-cara pemupukan atau penempatan pupuk yaitu :

Broadcast (disebar)

Dengan cara seperti ini pupuk disebar merata dipermukaan tanah sebelum tanam. Kadang-kadang dilakukan pembajakan setelah pupuk disebar.

Sideband (disamping tanaman)

Penempatan pupuk diletakkan disalah satu sisi atau kedua sisi tanaman dalam brand (alur).

In the row (dalam larikan atau dalam barisan)

Penempatan pupuk diberikan dalam larikkan tanaman

Top dressed atau side dressed

Pupuk ditaburkan pada tanaman setelah tumbuh (emergence).

Top dressed disebar (broadcast) pada tanaman

Side dressed disebar disamping larikan tanaman seperti larikkan jagung dan lain-lain.

Pop up

Pupuk dimasukkan bersamaan dengan biji yang ditanam, biasanya untuk pupuk dengan salt index yang rendah seperti pupuk P.

Foliar application (pemupukan lewat daun)

Cara pemupukan ini dilakukan dengan cara pupuk dilarutkan dalam air kemudian disemprotkan pada daun. Biasanya untuk unsur mikro karena jumlah sedikit, sehingga pemberian lebih merata dan efisien, untuk penanggulangan secara cepat bila terjadi defisiensi. Agar lebih efektif, pemberian harus di lakukan dua atau tiga kali dalam waktu dekat terutama bila defisiensi sudah lanjut. Pemupukan melalui daun dapat menghindari fiksasi unsure hara oleh tanah dan dapat dilakukan bersamaan dengan pemberian pestisida.

Fertigation (pemupukan lewat air irigasi)

Terutama untuk pemupukkan N atau pupuk lain yang mudah larut. Cocok untuk pertanian dengan irigasi system sprinkler, dan untuk tanaman yang sedang tumbuh kuat pada tanah yang berpasir. Dengan cara ini efisiensi pemupukkan untuk tanah yang lebih halus. Pupuk harus mudah untuk larut, tidak mengendap. Kadang-kadang ditambahkan bahan additive untuk mencegah pengendapan pada pipa-pipa atau nozzle sprinkler.

Plow sole placement

Pupuk lansung diletakkan dibelakang bajak pada saat pengolahan tanah.

감사합니다 – Terima Kasih!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s