Culling (Afkir) pada Ayam

Culling adalah pemisahan atau pengafkiran ayam yang dilihat secara ekterior dan dinilai potensinya yang mungkin berpengaruh terhadap produksinya. Pengafkiran ialah menyisihkan ayam–ayam yang buruk dan tidak produktif dari kawanan (satu kelompok ayam). Culling kemungkinan dilakukan sepanjang tahun yaitu mulai dari :

  1. Starter, saat ayam dikandangkan dipilih yang lemah, cacat dan tidak sehat
  2. Pada masa pertumbuhan, yaitu yang lambat tumbuhnya dipisahkan
  3.  Pada saat menjelang produksi, yaitu ayam yang lambat dewasa kelamin, ayam yang tidak mulai bertelur pada umur 30 minggu
  4. Tidak sehat dan tidak efisien selama 7–8 bulan produksi
  5. Setelah satu tahun produksi ayam yang tidak sehat, early molter, slow molter dan yang banyak lemak pada abdomennya.

Setelah masa produksi culling diperlukan bila produksi turun drastis dan perlu juga dicari permasalahannya. Culling dilakukan juga pada ayam betina muda menjelang bertelur dan pada ayam dewasa menjelang produksi menurun. Khusus untuk breeding farm perlu dilakukan culling pada pejantan untuk menghindari bibit yang kurang baik seperti sifat kebetina–betinaan yang dimiliki ayam jantan. Sifat kejantanan juga terdapat pada ayam betina, biasanya bentuk tubuh seperti jantan dan berkokok serta agresif. Pada pemilihan pejantan ada tanda–tanda pejantan yang baik yaitu :

  1. Giat dan selalu ramai, tetapi tidak terlalu agresif. Kalau ada sesuatu selalu menarik perhatiannya.
  2. Bulu–bulunya tumbuh teratur, warna mengkilat, seakan–akan baru saja diminyaki. Bulu yang suram, menunjukkan tanda–tanda yang kurang baik.
  3. Pandangan matanya tajam&menyala. Pandangan mata yang malas menandakan kelesuan hidup atau tidak mempunyai daya hidup yang besar.
  4. Aktif mencari makan sepanjang hari. Kalau pagi paling dahulu turun dari tenggeran dan kalau malam paling akhir tidur.

Ayam petelur yang baik dilihat dari :

  1. Time of maturity (dewasa kelamin)
  2. Rate of Production (220-250 butir/tahun/ekor atau lebih)
  3. Kekuatan produksi ; konsisten pada umur 12-15 bulan.

Culling perlu dilakukan bila rata–rata produksi pada suatu flock kurang dari 200 butir/tahun/ekor. Dengan sistem cage culling akan lebuh mudah dilakukan, tetapi pada system liter harus diamati ciri–cirinya. Selama bertelur pada ayam akan terjadi perubahan pada tubuhnya dan akan terlihat perbedaannya pada ayam yang sedang bertelur. Perbedaan ini terjadi pada bagian–bagian tubuh seperti vent, jengger, pial, abdomen tulang pubis, bulu, pigmentasi dan lainnya. Tanda–tanda ayam yang berproduksi :

  1. Jengger dan pial: Lebar, merah, panas, bercahaya seperti ada lapisan lilin
  2. Kepala/muka: Lebar, halus, bersih
  3. Mata: Bercahaya cerah
  4. Dubur/vent: Lebar, basah, elastis, putih
  5. Perut: Halus, penuh, elastis
  6. Kulit: Tipis, halus, longgar
  7. Bulu: Padat/lengkap
  8. Kaki: Putih.

Tanda–tanda ayam yang belum berproduksi :

  1. Jengger dan pial: Kecil, kering, mengkerut, pucat, kasar
  2. Kepala/muka: Kasar, pucat, kecil
  3. Mata: Sayu, malas
  4. Dubur/vent: Kecil, bulat, mengkerut, kering, berwarna kuning
  5. Perut: Keras, berlemak
  6. Kulit: Tebal, melekat pada daging
  7. Bulu:  Suram
  8. Kaki: Kasar, kering.

 Sifat – sifat ayam yang berproduksi tinggi :

  • Tingkah lakunya : lincah, riang, suka berkotek–kotek, aktif mencari makan
  • Cepat dewasa kelamin : artinya masa bertelurnya yang pertama lebih awal. Misalnya Leghorn 5–5,5 bulan sudah bertelur.
  • Tidak mempunyai sifat mengeram
  • Masa bertelurnya lama
  • Bentuk kepala : halus, lebar, dalam, pipih, dan mata cerah
  • Bentuk badan : panjang, punggung halus, tubuh penuh dan dada dalam
  • Keadaan perut : lunak
  • Kaki dan paruh : kecil, rata, berwarna pucat, paruh pucat (tergantung banyaknya produksi)
  • Bulu : kering, lurus, mudah patah
  • Jarak antar ujung tulang belakang dan tulang dada adalah 4 jari

Ayam yang kurang produktif :

  • Sayap menggantung
  • Perawakan : bentuk tubuh segi empat
  • Kepala : kasar, sempit, cekung, dan mata suram
  • Bentuk badan : punggung pendek, dada dangkal, tubuh kurus
  • Keadaan perut : tebal, kenyal
  • Kaki dan paruh: kaki bulat & berwarna kuning, paruh kuning, panjang dan rata
  • Jarak antar ujung tulang belakang dan tulang dada kurang dari 4 jari
  • Bulunya umumnya bersih.

Pada beberapa bangsa ayam akan memperlihatkan pigmen kuning pada lemak sub kutan, shank dan earlobe yang jelas. Pigmen ini cenderung memudar bersamaan dengan peningkatan produksi telur. Keberadaan pigmen pada ayam dan telur mempunyai hubungan langsung dengan keberadaan pigmen carotinoid yang disebut xantophil dalam ramsum. Pada masa bertelur semua pigmen yang diterima dari makanan dialihkan ke ovarium untuk pembentukan kunig telur.

Pigmen pada bagian tubuh bertahap menghilang dan ini tidak tergantikan selama individu tersebut bertelur secara continue. Bagian vent kehilangan pigmen secara cepat dari kuning menjadi putih atau pink. Eye ring kehilangan pigmen lebih lambat dari vent setelah ini baru bagian earlobes. Bila earlobes warnanya putih berarti ayam telah bertelur secara continue pada periode yang lebih panjang. Selanjutnya warna yang menghilang adalah bagian paruh. Paruh memutih apabila ayam telah bertelur 4-6 minggu. Shank merupakan bagian paling akhir kehilangan warna. Shank yang pucat menunjukkan ayam telah berproduksi continue selama 15-20 minggu.

Bila ayam berhenti bertelur, pigmen muncul kembali di daerah – daerah yang pigmennya hilang. Ayam yang telah berhenti bertelur selama 2-3 minggu akan terlihat ujung paruh masih pucat sedangkan dasarnya berwarna kuning.

Faktor–faktor yang mempengaruhi produksi telur. Pada dasarnya, yang mempengaruhi produksi telur itu dibagi menjadi 2 bagian, yaitu faktor luar dan faktor dalam.

  • Faktor luar : 
  1. Makanan
  2. Rontok bulu / luruh (molting)
  3. Temperatur sekeliling
  4. Kandang
  5. Kegaduhan
  6. Penyakit.
  • Faktor dalam (keturunan)

Factor dalam adalah merupakan factor keturunan yang sulit diatasi. Pada umumnya bibit yang baik akan menurunkan ayam yang baik, yang produksi telurnya tinggi. Sebaliknya, dari keturunan ayam yang jelek akan menurunkan ayam yang produksinya rendah.

감사합니다 – Terima Kasih!

2 thoughts on “Culling (Afkir) pada Ayam

    • ayam berkotek-kotek saat ingin bertelur menurut sebuah keterangan sih katanya bertujuan untuk memanggil pejantan untuk mau kawin, kemudian 1 hari kemudian ayam tersebut bertelur. mohon maaf bila jawabannya kurang puas, karena saya juga kurang begitu tau….
      terima kasih sudah berkunjung.😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s