Antraks

Sinonim

woolsoster’s disease, ragpickers disease, splenic fever, radang limpa, malignan pustule, miltvuur, cenang hideung.

Penyebab

Penyakit ini bersifat mematikan dan disebabkan oleh Bacillus antrachis, Antraks umumnya menyerang hewan-hewan herbivora, namun karena bersifat zoonosis maka dapat juga menular ke manusia. Berikut ini adalah taksonominya:

Kerajaan: Bakteria
Filum: Firmicutes
Kelas: Bacilli
Ordo: Bacillales
Famili: Bacillaceae
Genus: Bacillus
Spesies: B. anthracis

Bakteri ini berbentuk batang dengan ukuran 3 – 8 µm, bersifat gram positif, dalam biakan agar darah biasanya berbentuk seperti rantai (streptobacilli), sporanya bertahan sampai bertahun-tahun dalam kondisi lingkungan yang mendukung.

B. anthracis

Anthrax 01
Image via Wikipedia

Biakan B. anthracis

Sumber infeksi

Sumber penularannya berasal dari sporanya. Spora adalah bentuk tidak aktif (in aktif) dari bakteri penyebab antraks saat berada di lingkungan. Namun, jika sudah menemukan inang yang tepat maka spora ini akan kembali aktif dan menyerang inang tersebut.

Cara penularan

Siklus penularan

Hampir semua jenis ternak terutama yang bersifat herbivora dapat terserang antraks seperti domba, sapi, kuda, dan kambing. Bakteri tidak dapat berpindah secara langsung dari hewan yang satu ke hewan yang lainnya. Hewan yang tertular umumnya berasal dari tanah (rumput) atau pakan (tepung tulang misalnya) yang mengandung spora antraks.

Hewan yang telah tertular dapat menulari hewan lainnya melalui cairan (eksudat) yang keluar dari tubuhnya. Cairan ini kemudian mencemari lingkungan dan akan menjadi sumber untuk munculnya kembali wabah di masa berikutnya. Cara penularan yang lainnya adalah ketika hewan sakit dipotong atau dibedah atau bila bangkainya sempat dimakan oleh hewan liar pemakan bangkai sehingga sporanya dapat mencemari lingkungan.

Penularan dari hewan ke manusia dapat terjadi melalui:

Melalui kulit (per cutaneus)

Penularan melalui kulit

Penularan terjadi jika kulit kontak langsung dengan bulu/wol, tanah, ataupun hasil hewan yang telah tercemar spora atau bakteri antraks. penularan juga dapat terjadi karena gigitan serangga yang membawa spora antraks.

Melalui pernafasan (per inhalasi)

Penularan melalui pernafasan

Penularan terjadi karena seseorang menghirup spora antraks. Misalnya para pekerja wol atau tepung tulang. Mereka memiliki peluang yang besar untuk tertular antraks melalui pernafasan.

Melalui pencernaan (per oral)

Penularan melalui oral

Penularan terjadi karena memakan makanan yang mengandung spora. Umumnya terjadi karena proses pemasakan yang tidak sempurna.

Melalui darah (hematogenous)

Penularan terjadi karena spora yang masuk ke dalam jaringan tubuh dan kemudian berkembang biak dan menyebar melalui aliran darah dan bisa mencapai otak.

Gejala dan Pencegahan

Masa inkubasi antraks kulit sekitar dua sampai lima hari. Mula-mula kulit gatal, kemudian melepuh yang jika pecah membentuk keropeng hitam di tengahnya. Di sekitar keropeng bengkak dan nyeri. Pada antraks yang masuk tubuh dalam 24 jam sudah tampak tanda demam. Mual, muntah darah pada antraks usus, batuk, sesak napas pada antraks paru, sakit kepala dan kejang pada antraks otak. Jika tak segera diobati bisa meninggal dalam waktu satu atau dua hari. Karena setiap petugas kesehatan sudah dilatih untuk menangani, sebaiknya penderita segera dibawa ke Puskesmas atau rumah sakit agar penderita segera mendapat pengobatan yang tepat.

Untuk mencegah tertular antraks dianjurkan untuk membeli daging dari tempat pemotongan resmi, memasak daging secara matang untuk mematikan kuman, serta mencuci tangan sebelum makan.

감사합니다 – Terima Kasih!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s