Keadaan Peternakan Sapi Perah Pada Saat Ini

Keberhasilan dalam usaha peternakan sapi perah sebagaimana pada usaha-usaha lainnya, menghendaki program-program terencana yang berlandaskan pada performans standar yang realistik dan secara langsung berhubungan dengan tujuan usaha peternakan sapi perah.  Dalam hal ini, tingkat keuntungan yang telah ditargetkan sangat bergantung kepada tingkat kemampuan dan pengalaman peternak/pengusaha dalam membuat solusi dari berbagai problema yang biasa terjadi di peternakan, serta kemampuan untuk membuat keputusan-keputusan yang tepat yang berhubungan dengan tatalaksana peternakan, seperti tatalaksana perkawinan, pemberian pakan, dan pemeliharaan, serta pemasaran hasil produksi peternakan.  Untuk hal tersebut, seorang peternak sapi perah dituntut harus memiliki pemahaman terhadap prinsip-prinsip dasar dalam ilmu ekonomi, genetika, nutrisi, fisiologi, dan kesehatan ternak, serta pengetahuan tatalaksana peternakan.

Pada saat ini, usaha peternakan sapi perah di negara-negara maju (develop country) telah menjadi suatu industri persusuan yang dinamis dan penuh kompetisi, sedangkan pada awalnya, di masa lalu, peternakan sapi perah masih bersifat tradisional yang hanya mengandalkan sumberdaya tanah dan tenaga kerja keluarga.  Perbaikan dari cara tradisional ke komersial atau industri disebabkan karena kedua sumberdaya tersebut setiap tahunnya semakin berkurang atau terbatas, sedangkan di sisi lain, biaya produksi terus meningkat.  Konsekuensi logis pergeseran orientasi usaha tersebut menuntut penggunaan lebih banyak modal (capital) dan perbaikan manajemen, sehingga secara alami para peternak yang mampu mengikuti perubahan tersebut yang akan tetap eksis dalam era industri persusuan.

Pada masa yang akan datang, baik di negara maju maupun di negara yang sedang berkembang, termasuk Indonesia, sasaran perkembangan peternakan sapi perah menuju ke arah industri persusuan atau peternakan sapi perah modern.  Oleh karena itu, untuk mencapai tujuan tersebut, peternakan sapi perah tradisional akan dihadapkan kepada empat alternatif keputusan yang harus diambil oleh para peternak tradisional, yaitu:

  1. Peternak akan keluar dari dunia usaha peternakan sapi perah karena tidak mampu bersiang dan mereka akan beralih ke usaha lain.
  2. Peternak akan tetap mempertahankan peternakan sapi perahnya, meskipun dengan memiliki sumberdaya yang rendah, dengan alasan untuk mencukupi kebutuhan keluarga (subsistence) dan ditopang dengan usaha peternakan lainnya.
  3. Peternak akan meningkatkan kemampuan dan keterampilan kerja dan pada saat yang sama meningkatkan dan memperbaiki kemampuan manajemen. Akan tetapi mereka tidak menambah modal, sehingga tidak mencapai tingkat keuntungan yang optimal.
  4. Peternak akan meningkatkan manajemen dan menambah modal, sehingga mereka mampu meraih keuntungan yang diharapkan.  Pada kondisi ini, peternakan sudah dapat dikatakan klasifikasi industri atau peternakan sapi perah modern. Namun, jika tanpa manajemen skill-nya dan hanya meningkatkan modal, maka usaha akan menderita kerugian.

Ke empat pilihan tersebut diformulasikan ke dalam gambar sebagai berikut:

Gambar 1. Alternatif keputusan peternak dalam usaha peternakan sapi perah di masa mendatang

Dari gambar tersebut pilihan 4a merupakan alternatif keputusan peternak yang paling baik, karena dengan mengoptimalkan sumberdaya yang dimilikinya akan diperoleh keuntungan yang maksimal.  Pada kondisi demikian, peternakan sapi perah di Indonesia diharapkan akan mampu bertahan dan bersaing serta tetap eksis menghadapi persaingan bebas di masa mendatang.

Sumber: Master Kuliah Manajemen Ternak Perah FAPET UNPAD

감사합니다 – Terima Kasih!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s