Potensi Industri Pakan

Industri pakan sebagai industri hulu memiliki peranan yang sangat penting dalam pengembangan industri peternakan. Pakan merupakan unsur utama dalam produksi ternak karena menentukan sekitar 60 – 70% dari seluruh biaya produksi. Oleh karena itu kualitas dari pakan akan sangat berpengaruh terhadap efisiensi biaya pada usaha di bidang peternakan. Pengembangan dari industri pakan akan sangat bergantung kepada populasi ternak dan tingkat permintaan produk peternakan (susu, daging, telur, dll). Meskipun saat ini populasi ternak sangat rendah di Indonesia (bila dibandingkan dengan negara-negara seperti Australia, Belanda ataupun Selandia Baru) tapi justru di sinilah potensi pengembangan industri pakan masih sangat terbuka lebar dan menjanjikan. Selain itu juga karena jumlah penduduk Indonesia yang besar dan sumber daya alam yang melimpah.

Konsumsi protein hewani di Indonesia juga masih sangat rendah bahkan bila dibandingkan dengan negara ASEAN sekalipun. Saat ini Indonesia baru mampu mengkonsumsi protein hewani asal ternak sebesar 5,45 gr/kapita/hari. Setara dengan daging 21,23 gr, telur 47,73 gr atau ¾ butir, dan susu 18,96 gr atau 2 tetes sehari (Statistik Peternakan 2009). Konsumsi protein hewani tersebut kurang dari standar FAO 6 gr/kapita/hari, dan lebih rendah dibandingkan negara – negara tetangga seperti Malaysia, Thailand, Brunei, dan Singapura. Konsumsi protein hewani yang rendah berdampak buruk terhadap kualitas SDM (HDI) yang berada pada ranking 111 dari 182 negara (UNDP, 2009), dan daya saing global pada peringkat 54 dari 133 negara (WEF, 2009). Hal ini berarti pengembangan peternakan di Indonesia masih sangat terbuka lebar yang pada akhirnya akan berimbas pada meningkatnya jumlah permintaan terhadap pakan ternak.

Produksi pakan komersial di Indonesia meningkat menjadi 10.3 juta ton pada tahun 2010 jika dibandingkan dengan tahun 2009 yang mencapai 8.8 juta ton (TROBOS, 2011). Hampir 89% dari jumlah tersebut didominasi oleh sektor pakan unggas terutama dari ayam pedaging dan petelur. Sementara untuk urutan kedua adalah dari sektor pakan perikanan (pakan ikan dan udang) sekitar 6%, sedangkan untuk sektor pakan ruminansia hanya berkisar sebesar 1% saja.

Perusahaan-perusahaan pakan komersial yang ada saat ini juga masih didominasi oleh perusahaan PMA (Penanaman Modal Asing) skala besar yang menguasai lebih dari 80% pangsa pasar. Perusahaan-perusahaan tersebut antara lain: Charoen Pokphand, Japfa Comfeed, Sierad produce, CJ Feed, Gold Coin, Wonokoyo, dan Sentra Profeed (Data Consult, 2008). Sementara pengusaha-pengusaha lokal belum mampu bersaing karena menghadapi banyak kendala terutama dari segi permodalan dan bahan baku. Adapun produsen-produsen besar masih sangat bergantung pada bahan baku import. Saat ini sekitar 70 – 80% bahan baku pabrik pakan besar masih di import terutama untuk jagung, bungkil kedelai, MBM, dan tepung ikan. Selain itu untuk mesin juga hampir 100% masih import atau buatan luar negeri. Kemampuan pengadaan bahan baku, terutama untuk jagung yang menjadi komponen utama pabrik pakan ternak akan sangat membantu dalam pengelolaan pabrik. Dengan demikian fluktuasi harga bahan baku dan harga pakan akan bisa lebih stabil.

Pakan ternak diproduksi oleh pabrik pakan ternak yang merupakan suatu unit usaha pengolahan bahan baku untuk menjadi pakan, misalnya pabrik pakan ternak ruminansia. Sedangkan untuk kumpulan beberapa pabrik pakan ternak yang dikelola  oleh satu manajemen yang sama adalah industri pakan ternak, misalnya suatu industri pakan ternak yang memproduksi pakan unggas, ruminansia, dan ikan yang tergabung dalam satu manajemen yang sama.

감사합니다 – Terima Kasih!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s