Bahan Baku Pabrik Pakan

Bahan baku pakan sebagian besarnya adalah berasal dari sektor pertanian (dalam arti luas), yaitu: sektor pertanian, perkebunan, perikanan, dan juga peternakan. Bahan baku juga memiliki sifat perishable (mudah rusak), voluminous (bulky/kamba), serta bersifat musiman (tidak bersifat berkelanjutan). Oleh karena itu diperlukan suatu proses penanganan terhadap bahan baku tersebut agar dihasilkan suatu produk pakan yang memiliki kualitas tinggi. Penanganan yang baik juga bertujuan untuk meningkatkan dan mengefisienkan kegunaannya.

Penanganan bahan baku sampai menjadi bahan baku pabrik pakan yang sudah siap proses menjadi suatu produk pakan ternak merupakan mata rantai proses yang terbilang panjang yaitu dari sejak bahan baku tersebut didapatkan (dipanen), dibersihkan dari kotoran, dikeringkan, lalu dipisahkan (berdasarkan kegunaan, bentuk, atau warna), serta penentuan tingkatan (grade) yang menyesuaikan permintaan dari konsumen.

Pakan (feed) adalah makanan/asupan yang diberikan kepada hewan ternak (peliharaan). Istilah ini diadopsi dari bahasa Jawa (WIKIPEDIA). Pakan merupakan sumber energi dan materi bagi pertumbuhan dan dan kehidupan makhlukh hidup. Zat yang terpenting dalam pakan adalah protein. Pakan berkualitas adalah pakan yang kandungan protein, lemak, karbohidrat, mineral dan vitaminnya seimbang. Adapun energi yang menjadi unsur vital diperoleh dari karbohidrat, lemak, dan protein. energi yang terkandung dalam pakan tersebut nantinya akan digunakan untuk melangsungkan reaksi fisika dan biologis, aktivitas pokok kehidupannya (bernapas, bergerak, mencerna makanan, dll), melangsungkan pertumbuhan dan perkembangan, serta memproduksi daging, susu, telur, atau tenaga. Sementara pangan (food) menurut Rasyaf (1995) adalah segala sesuatu yang dapat dimakan oleh manusia. Pakan dan pangan mempunyai banyak kemiripan, perbedaannya terletak pada cara pemanfaatan serta pengolahannya.

Salah satu persyaratan yang harus dipenuhi oleh bahan baku pakan adalah tidak boleh bersaing dengan bahan baku pangan. Jadi bahan baku pakan sebaiknya dipilih yang berasal dari produk sampingan atau limbah pertanian. Hal ini bertujuan untuk memperoleh harga yang semurah mungkin secara berkelanjutan. Contohnya porduk sampingan dan limbah dari padi ada dedak, menir, sekam, dan jerami. Bahan baku haruslah tersedia dalam jangka waktu yang lama(berkesinambungan), mempunyai harga yang murah serta berkualitas baik. Persaingan untuk mendapatkan bahan baku pakan dengan bahan baku pangan telah memberikan opsi-opsi yang harus dipilih oleh pabrik pakan. tujuannya adalah untuk memperoleh bahan baku yang murah, dengan ketersidiaan yang berkelanjutan, dan berkualitas baik.

Bahan baku sumber energi dapat berasal dari jagung, bekatul, tapioka, polard, dan minyak nabati. Protein nabati bisa diambil dari bungkil kedelai atau SBM (Soy Bean Meal), CGM (Corn Gluten Meal), bungkil kacang tanah, bungkil kelapa, dan ampas kecap. Protein hewani dapat diperoleh dari MBM (Meat Bone Meal), tepung ikan, dan PBM (Poultry By product Meal). Selain itu juga pada pakan haruslah terkandung zat aditif (premiks), vitamin, asam amino, antitoksin, perekat, pemacu pertumbuhan, koksidiostat, antifungi, antioksidan, rasa dan pigmen.

감사합니다 – Terima Kasih!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s