Teknologi Pengolahan Jerami

Pengolahan jerami merupakan upaya untuk meningkatkan kualitas jerami menjadi bahan pakan ternak yang potensial, terutama untuk meningkatkan efektivitas kecernaan oleh enzim mikroorganisme melalui penghancuran ikatan lignin, silika dan kutin. Di samping itu, dengan pengolahan tertentu diharapkan dapat meningkatkan kandungan protein jerami padi. Metode yang digunakan untuk meningkatkan kualitas jerami padi dapat secara fisis (mekanis), biologis dan kimia.

 Pengolahan Jerami dengan Kaustik Soda (NaOH)
Prinsip pengolahan jerami dengan Kaustik Soda (NaOH) adalah memutuskan sebagian ikatan selulosa dan hemiselulosa dengan lignin dan silika.
Ada empat cara yang dapat dilakukan yaitu :

Cara basah

  • rendam 50 kg jerami ke dalam 400 liter larutan NaOH dengan konsentrasi 2-3 % selama 24 jam
  • setelah 24 jam jerami dicuci dengan air sampai bersih kemudian dikeringkan dalam tempat pemanas 100 derajat
  • setelah kering dapat diberikan pada ternak

Cara setengah basah

  • sediakan larutan kaustik soda yaitu 50 gram NaOH dalam 2,5 liter air untuk setiap kilogram jerami
  • campurkan larutan kaustik soda tersebut dengan jerami sedemikian rupa sehingga larutan terserap seluruhnya oleh jerami, kemudian didiamkan
  • setelah 24-48 jam jerami olahan tersebut sudah dapat diberikan pada ternak

Cara setengah kering

  • teknik ini menggunakan mesin pengaduk yang dikonstruksi khusus untuk mengaduk jerami dengan 150 gram NaOH dalam bentuk larutan 32 % untuk setiap kilogram
  • setelah diaduk dibiarkan di udara terbuka selama kurang lebih 8 hari, kemu-dian dapat diberikan pada ternak

Cara kering

  •  Teknik ini digunakan pada industri pakan dengan peralatan besar yang bekerja sekaligus menggiling jerami dan mencampur dengan larutan kaustik soda konsentrasi sangat tinggi kemudian secara otomatis tepung jerami tersebut dijadikan pellet. Pengeringan tepung jerami menjadi pellet melalui sistem tekanan dengan temperatur tinggi. Pellet tersebut dapat diberikan langsung pada ternak atau disimpan lama.

Pengolahan Jerami dengan Urea
Pengolahan jerami dengan urea dimaksudkan untuk meningkatkan nilai gizi urea yaitu serat kasar akan terurai, kandungan protein kasarnya meningkat dan jerami menjadi lebih lunak dan enak untuk dimakan ternak.

Cara membuatnya
Cara membuatnya adalah dengan memotong jerami dan menempatkannya ke dalam sebuah kantong plastik, kemudian urea dilarutkan dengan air (10 liter per 1 kg urea). Setelah itu larutan tersebut tambahkan pada jerami sebanyak 5 persen dari bahan kering jerami, kemudian kantong plastik ditutup rapat agar kedap udara. Seminggu kemudian, jerami dapat diberikan pada ternak.

Cara memberikannya
Jerami yang sudah dicampur dengan urea bukan sebagai pakan pengganti, tetapi sebagai pakan tambahan. Dengan keberadaan hijauan yang semakin langka dan mahal, maka pakan jerami tambahan ini akan menambah jumlah jatah pakan yang tentunya sangat penting dalam merangsang proses pengunyahan. Jerami tersebut seharusnya diberikan dalam jumlah kecil pada siang hari dan dalam jumlah besar pada malam hari. Untuk meningkatkan palatabilitas dapat dicampur dengan sedikit katul, gamblong atau tetes, yang dapat mensuplai energi untuk mengimbangi kandungan nitrogen non-protein urea.

Keracunan urea
Selama sapi tidak diberi urea terlalu banyak, maka kemungkinan keracunan tidak akan terjadi. Keracunan terjadi karena urea terurai menjadi amonia di dalam rumen, dan masuk ke dalam aliran darah sehingga hati tidak mampu mengubah amonia dengan cepat menjadi urea. Setelah itu konsentrasi amonia di dalam darah meningkat dengan tajam yang akhirnya mempengaruhi otak dan menyebabkan kematian. Penangkal bagi sapi yang keracunan urea adalah larutan cuka (konsentrasi 5 % asam asetat) 2-3 liter sesegera mungkin pada ternak yang sakit.

Penggunaan Jerami amoniasi
Sebagaimana dikemukakan di atas, jerami amoniasi bukan pengganti hijauan, tetapi hanya sebagai pakan tambahan. Contoh penambahan jerami amoniasi ke dalam ransum sapi perah laktasi.

JENIS PAKAN

å

BK

PT

PK

SK

Ca

P

kg

kg

kg

g

kg

g

g

Rumput campuran

25,0

5,0

2,8

500

1,5

20

10

Konsentrat

10,0

8,7

5,9

1.305

0,6

96

78

Tetes

0,5

0,4

0,3

16

4

Jerami amoniasi

3,7

2,7

1,2

216

0,7

11

8

Jumlah

16,8

10,2

2.037

2,8

131

96

Perbandingan serat kasar dengan bahan kering

16,67%

Sumber: Master Kuliah Manajemen Ternak Perah FAPET UNPAD dan beberapa sumber lainnya.

감사합니다 – Terima Kasih!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s