Penyusunan Ransum Ayam Broiler

Pada prinsipnya, penyusunan ransum adalah menyamakan kandungan nitrisi bahan pakan terpilih dengan kebutuhan ayam pedaging itu. Karena prinsipnya hanya menyamakan atau membuat seimbang maka beberapa metode penyusunan dapat di lakukan, metode itu antara lain:

a. Metode coba-coba

Metode ini biasa dilakukan di tahun 1970-an ketika sektor peternakan belum maju benar. Metode ini pada prinsipnya menyamakan satu hingga dua kandungan nutrisi utama (protein dan energi metabolis) dengan  bahan makanan yang dipilih sendiri. Penyesuaian itu dilakukan secara berulang-ulang sehingga kandungan nutrisi bahan pakan itu sama atau mendekati kebutuhan ayam.

Cara ini hanya melibatkan operasional matematis dasar seperti kali, tambah, dan kurang saja. Oleh karena itu, cara ini dapat dilakukan oleh semua orang. Metode ini sekarang ini sering kali merepotkan bila kita menggunakan lebih dari tiga nutrisi. Namun demikian, proses perhitungannya dapat diprogram melalui komputer. Bila menghitung dengan tangan,limahingga enam unsure masih bisa. Misalnya protein, energi metabolisme, metionin, triptofan, dan kalsium. Memang semakin banyak ubsur nutrisi yang dilibatkan akan semakin panjang perhitungannya. Satu unsur sudah seimbang, unsure lain timpang dan begitu seterusnya. Untuk mempermudah dan mempercepat pemakaian metode ini ada baiknya jika mengetahui hal-hal sebagai berikut :

  • Bahan-bahan makanan unggas

Pengetahuan tentang bahan makanan unggas akan sangat membantu penyusunan ransum. Hal ini karena bahan makanan yang akan diikutsertakan ditentukan sendiri. selain itu, pengetahuan tersebut juga menentukan lama atau tidaknya perhitungan yang dilakukan.

  • Pengetahuan tentang produksi ayam broiler

Hal ini penting untuk mengetahui karakteristik unsure nutrisi yang sebaiknya diikutsertakan, selain protein dan energi. Untuk pertumbuhan yang cepat itu dipilih juga metionin dan triftopan untuk diikutsertakan dalam kalkulasi.

  • Pengetahuan tentang nutrisi unggas

Pengetahuan tentang nutrisi unggas, misalnya tentang serat kasar, akan membatasi beberapa bahan pakan hijauan untuk ayam. Lalu pemakaian biji-bijian serta olahannya yang mencapai 90% dari total formula menyebabkan defisiensi asam amino tertentu.

 

b. Metode persamaan simulasi

Metode ini sebenarnya sudah tua dan di negara barat sudah lama dikenal. Di Indonesia, metode ini masih belum terkenal kalau digunakan untuk menyusun ransum. Metode ini sebenarnya merupakan bagian dari konsep matematika yang telah tua. Konsep ini seperti konsep ‘tiga persamaan dengan tiga bilangan anu’ yang diajarkan saat di sekolah menengah atas dahulu. Jadi disini ada sejumlah persamaan dengan sejumlah konstanta di mana persamaan itu terdiri dari kandungan nutrisi bahan pakan dan proporsi bahan pakan yang hendak dicari. Sedangkan konstanta itu adalah kebutuhan nutrisi ayam broiler yang bersangkutan. Bila menggunakan  6 unsur bahan pakan maka harus diikut sertakan 6 unsur nutrisi yang merupakan kebutuhan ayam itu. Yang paling penting pada metode ini adalah kita harus paham benar mengenai ilmu nutrisi unggas dan ilmu pakan unggas. Bila tidak maka hasilnya akan aneh, misalkan dapat negatif dan ini jelas tidak mungkin atau ada satu bahan yang digunakan berlebihan. Kelemahan metode ini cukup serius, itulah sebabnya metode ini jarang digunakan akibat tidak semua orang menguasai kedua ilmu itu. Sekalipun menghitungnya dengan computer, bila memasukan input ke dalamnya tidak benar maka hasilnya tentu aneh-aneh.

Meskipun demikian metode ini mempunyai kelebihan juga, sekali menghitungnya hasilnya langsung diperoleh (terlepas dari aneh atau tidaknya hasil itu). Dengan metode coba-coba hasilnya dapat berubah atau berlimit maka dengan ini hasilnya pasti atau tepat.

 

c.  Metode matriks

Sebenarnya metode ini mempunyai prinsip yang sama dengan metode persamaan simulasi diatas dan konsep dasarnya juga sama dengan metode coba-coba. Hanya pengolahanny saja dengan menggunakan konsep-konsep matriks. Matriks banyak digunakan untuk memecahkan masalah dengan menggunakan variabel atau sesuatu yang banyak sekali. Menyusun ransum sebenarnya menggunakan banyak bahan pakan, minimal 6 – 7 jenis, wajar bila matriks ini dapat digunakan untuk menyusun ransum.

Matriks untuk menyusun ransum ini bukan baru, tetapi sudah dikenal lama di negara barat tetapi tidak dikenal di negaraIndonesia. kesulitannya sama dengan butir b di atas, bila sudah lebih dari tiga bahan pakan maka menghitungnya secara manual sulit. Bayangkan bila hasus menggunakan 8 bahan pakan. Itulah sebabnya metode persamaan simulasi, hingga tahun 1980-an tidak dikenal diIndonesia.

 

d. Metode dengan biaya termurah atau metode programa matematika

Metode ini sebenarnya cukup tua dan telah digunakan untuk memperoleh formula pakan sejak perang dunia II lalu. Di Indonesia sendiri baru popular setelah Komputer pribadi menjamur.memang seperti dua metode sebeluim ini, metode ini sulit sekali dihitung secara manual bila bahan pakan yang digunakan sudah lebih dari tiga. Oleh karena itu dapat diduga bahwa metode ini mempunyai konsep dasar yang sama dengan metode sebelum ini, hanya dalam metode ini tidak dijumpai hasil yang negatif. Kebutuhan nutrsi yang semula hasrus sama, kini dibuat menjadi sama, lebih besar, atau lebih kecil sehingga lebih realistis lagi. Serat kasar misalnya, dipasang lebih kecil dari 4%. Lagi pula, banyaknya bahan pakan yang diikutertakan tidak semuanya ikut serta dalam formula

Dalam metode ini hanya bahan makanan yang dapat memenuhi kebutuhan atau sesuai dengan batasan yang dibuat saja yang dapat memenuhi persyaratan sebagai formula ransum. Metode ini juga memilih bahan pakan dengan dasar harga tertimbang, bahan makanan yang murah berdasarkan prinsip nutrisiekonomi  itulah yang dipilih dalam formula.

Kesulitan perhitungan secara teknis sudah diatasi dengn menggunakan komputer. Sudah tentu ada kelebihan dan kekurangannya. Metode ini menjadio tidak realistis dengan kenyataan bila pemasukan unsure nutrisi kebutuhan ayam itu dan pemasangan kandungan nutrisi bahan makanan yang bersangkutan salah. Orang yang tidak mau susah akan memakai program ini. Bahkan menjadi buruk akibatnya untuk mereka yang memakai paket secara mentah-mentah tanpa menelaah paket program itu. Sebagai penuntun ringkas diberikan beberapa pedoman, lihat dahulu asal bahan pakan yang ada itu. Bila ada di dalam paket tertentu tidak realistis dengan kondisi wilayah anda. Lebih bagus bila bahan makanan ditentukan sendiri dan begitu pula kandungan nutrisinya.

Sumber: Tugas Laporan Praktikum Manajemen Ternak Unggas Fapet Unpad

감사합니다 – Terima Kasih!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s