Pengertian Pencernaan Pakan

Pencernaan pakan merupakan suatu rangkaian proses yang terjadi pada pakan selama berada didalam saluran pencernaan sampai memungkinkan terjadinya suatu penyerapan. Untuk penentuan kecernaan dari suatu pakan maka harus diketahui terlebih dahulu dua hal yang penting yaitu; jumlah nutrien yang terdapat dalam pakan dan jumlah nutrien yang dapat dicerna yang dapat diketahui bila pakan telah mengalami proses pencernaan.

Pengukuran kecernaan atau nilai cerna suatu bahan pakan adalah usaha menentukan jumlah nutrien dari suatu bahan pakan yang didegradasi dan diserap dalam saluran pencernaan. Daya cerna juga merupakan presentasi nutrien yang diserap dalam saluran pencernaan yang hasilnya akan diketahui dengan melihat selisih antara jumlah nutrien yang dimakan dan jumlah nutrien yang dikeluarkan dalam feses. Nutrien yang tidak terdapat dalam feses inilah yang diasumsikan sebagai nilai yang dicerna dan diserap.

Potensi suatu bahan pakan dalam menyediakan zat makanan bagi ternak dapat ditentukan melalui analisis kimia. Namun, sayangnya potensi bahan pakan tersebut tidak semuanya dapat dimanfaatkan, karena nilai sesungguhnya bahan pakan dicerminkan dari bagian yang hilang setelah melalui proses pencernaan, penyerapan dan metabolisme. Oleh karenanya bagian bahan pakan maupun zat makanan yang hilang setelah pencernaan urgen sifatnya untuk diketahui.

Bagian yang hilang dapat ditentukan secara langsung yaitu kehilangan secara langsung yaitu kehilangan karena pencernaan (digestion). Istilah kecernaan atau daya cena (digestibility) didefinisikan sebagai bagian zat makanan dari bahan pakan yang tidak dieksresikan dalam feses atau dengan asumsi bahwa zat makanan yang terdapat dalam feses adalah habis dicerna adan diserap. Terdapat beberapa metode yang dapat dilakukan untuk mengukur kecernaan suatu bahan pakan seperti in vitro, in sacco dan  in vivo. Teknik  evaluasi pakan secara in vivo pada ternak seringkali menjadi alternatif terakhir karena pertimbangan biaya, waktu dan tenaga. Teknik ini dalam pelaksanaannya menggunakan sejumlah ternak sehingga banyak  biaya yang dibutuhkan disamping tenaga untuk pengumpulan parameter dan pemeliharaan ternak.

Untuk ternak besar, umumnya para peneliti cenderung menerapkan teknik evaluasi bahan pakan dalam jumlah banyak dengan waktu yang relatif lebih cepat. Namun perlu diingat bahwa hasil pengujian teknik  in vivo mempunyai tingkat akurasi yang lebih tinggi dibanding teknik lain, seperti in vito dan in sacco, karena sifat aplikatifnya pada ternak secara langsung.

Pengukuran kecernaan pada ternak secara langsung tidak akan terlepas dari konsumsi pakan itu sendiri. Secara lansung kecernaan bahan pakan tergantung pada kondisi fisiologis ternak yang sangat ditentukan oleh ketersediaan dan kemampuan ternak untuk mengkonsumsi pakan.

감사합니다 – Terima Kasih!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s